BPOM Tarik Peredaran Obat Ranitidin

0
47

GOTVNEWS, Bintan – Badan Pengawas Obat dan Makanan merilis Surat Edaran tentang penarikan lima Produk Obat Ranitidin. Berikut jenis Obat Ranitidin yang dilarang peredarannya oleh BPOM.

Dikutip dari Laman Website BPOM, lima Obat Ranitidin yang ditarik dari peredaran adalah cairan Injeksi 25 Miligram pemegang izin edar PT.  Phapros, Zantac cairan Injeksi 25 Miligram izin edar PT. Glaxo Wellcome Indonesia, Ranitidin Sirup 75 Miligram izin edar PT. Global Multi Pharmalab, Indoran cairan Injeksi 25 Miligram izin edar PT. Indofarma dan Ranitidin cairan Injeksi 25 Miligram izin edar PT. Indofarma.

Obat Ranitidin digunanakan untuk pengobatan penyakit tukak lambung dan tukak usus. Obat jenis ini tersedia dalam bentuk Tablet, Sirup dan Injeksi. Berdasarkan hasil uji sampel ditemukan adanya kandungan NDMA pada bahan aktif Ranitidin. NDMA adalah turunan dari zat Nitrosamin yang terbentuk secara alami.

BPOM mengimbau Perusahaan pemegang izin edar Obat Ranitidin untuk mengecek kandungan NDMA. Jika ditemukan kandungan yang melebihi ambang batas, Perusahaan diminta dengan sukarela untuk menarik obat yang terkontaminasi dari peredaran. Mengkonsumsi NDMA dalam jangka waktu lama dapat memicu sel kanker.(Yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here