Benarkah Minyak Eucalyptus Sebagai Obat Covid 19

0
294
ilustrasi eucalyptus oil atau minyak eucalyptus.(Ist)

GOTVNEWS, JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo telah menjelaskan hasil pengujian eucalyptus terhadap virus influenza, virus Beta dan gamma corona, menunjukkan kemampuan membunuh virus sebesar 80-100 persen.

Kepala Balai Besar penelitian Veteriner, Indi Dharmayanti, menyampaikan eucalyptus selama ini dikenal mampu bekerja melegakan saluran pernapasan, kemudian menghilangkan lendir, pengusir serangga, disinfektan luka, penghilang nyeri, mengurangi mual, dan mencegah penyakit mulut.

Dalam berbagai studi dikatakan bahwa cukup 5-15 menit diinhalasi akan efektif bekerja sampai ke alveolus. Artinya dengan konsentrasi 1 persen saja sudah cukup membunuh virus 80 hingga 100 persen.

Bahan aktif utamanya, terdapat pada cineol-1,8 yang memiliki manfaat sebagai antimikroba dan antivirus melalui mekanisme M pro. M pro adalah main protease (3CLPro) dari virus corona yang menjadi target potensial dalam penghambatan replikasi virus corona. Penelitian menunjukkan Eucalyptol ini berpotensi mengikat protein Mpro sehingga menghambat replikasi virus.

Manfaat tersebut dapat terjadi karena 1,8 cineol dari eucalyptus disebut eucalyptol dapat berinteraksi dengan transient receptor potential ion chanel yang terletak di saluran pernapasan.

“Oleh karena itu, inovasi yang dibuat oleh Balitbangtan sangat membanggakan. Sehingga menjadi harapan baru bagi masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan eucalyptus dalam mencegah virus,” katanya. Indi juga menambahkan, kandungan zat aktif eucalyptus juga dapat diperoleh dari minyak kayu putih, sehingga masyarakat tidak perlu menunggu penemuan ini diproduksi massal.

Sementara itu menurut Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Inggrid Tania, eucalyptus atau minyak kayu putih memang memiliki sejumlah zat aktif yang bersifat anti bakteri, anti virus dan anti jamur seperti ditulis Kompas.com.

“Memang pernah ada penelitian efektif untuk membunuh virus betacorona tetapi bukan virus SARS-coV-2 atau virus Corona (Covid 19),” katanya.

Inggrid mengingatkan perlu adanya penelitian spesifik tentang eucalyptus sebagai obat Covid 19.

“Harus diujikan dulu pada virus SARS coV-2 karena penelitian yang sudah ada baru virus betacorona,” imbuhnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here