PMI Terlantar Di Kepulauan Solomon, 34 Orang PMI Asal Kepri Akan Dipulangkan

0
51

GOTVNEWS, TANJUNGPINANG – 123 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Provinsi Kepri, direncanakan akan dipulangkan dari Negara Kepulauan Solomon secara bertahap, untuk tahap awal sekitar 30 PMI asal Kepri yang akan dipulangkan dengan pesawat carter, namun untuk yang tersisa akan diupayakan pemulangannya segera.

Atas terlantarnya sejumlah masyarakat Kepri yang bekerja di Kepulauan Salomon, mendapat respon dari Komisi II DPRD Provinsi Kepri, untuk memfasilitasi permasalahan yang terjadi, dengan cara melakukan audiensi bersama pihak keluarga, Pj TKI dan BP2MI, audiensi ini dilakukan pada (14/11) di Kantor DPRD Kepri, Dompak.

Dalam audiensi tersebut sejumlah Istri dari pekerja mempertanyakan solusi bagi permasalahan yang dialami para suami mereka disana dan mereka berharap agar pihak perusahaan maupun Pemerintah segera menangani masalah ini agar suami mereka bisa kembali ke tanah air.

Salah satu Istri dari PMI asal Tanjungpinang, Jenny Sibarani berharap dapat kembali bertemu dengan suaminya dengan kondisi yang baik, serta dapat terselesaikan permasalahan yang terjadi termasuk masalah keuangan.

Jenny mengaku sangat sedih ketika mengetahui kondisi suaminya di perantauan, yang sangat memprihatinkan, dengan kabar yang didapati mengalami kekurangan bahan pangan dan terlantar di penampungan pekerja.

Ditempat yang sama, Kepala UPT BP2MI Kepri menyebutkan, pihaknya akan terus berkoordinasi bersama pihak-pihak terkait, dari mulai pihak perusahaan penyalur, hingga Kementrian Luar Negri dan Kedubes RI untuk Kepulauan Solomon, agar permasalahan PMI ini segera teratasi.

Selanjutnya dari pihak penyalur PMI, yakni PT. Magrati melalui Direktur cabangnya, Husni berjanji akan selalu bertanggung jawab terhadap kondisi PMI disana.

Husni menyebutkan, awal permasalahan bagi pekerja di Negara Kepulauan Solomon diakibatkan oleh pandemi covid 19, membuat aktivitas penambangan bauksit oleh PT.BMSI terhenti, membuat sejumlah pekerja yang mayoritas PMI terpaksa dirumahkan dan menunda pembayaran gaji bagi pekerja.(Drl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here