Panitia Qurban Wajib Tes Antigen


GOTVNEWS, TANJUNGPINANG - Sebagai persiapan hari raya idul adha 1442 Hijriyah, Pemko Tanjungpinang mewajibkan setiap panitia Qurban untuk menjalani Rapid Tes Antigen, pada beberapa puskesmas di Kota Tanjungpinang. Bertujuan untuk memastikan panitia dalam kondisi sehat atau negatif Covid 19.

Selain Idul Fitri, Idul Adha juga merupakan salah satu hari besar umat muslimin di dunia, karena merupakan untuk saling berbagi antar sesama , khususnya daging hewan kurban.

Namun, Idul Adha tahun ini , masih dalam bayang - bayang Pandemi Covid 19, sehingga Pemerintah wajib menerapkan beberapa keterbatasan , seperti disiplin Protkes 5 M, hingga diwajibkannya Tes Antigen bagi panitia kurban yang akan bertugas tahun ini. Terlebih lagi Kota Tanjungpinang yang masih menerapkan PPKM Darurat hingga 20 Juli atau di hari H Idul Adha.

Seperti yang dilakukan di tiga Kelurahan di Tanjungpinang, yakni Kelurahan Sei Jang, Dompak, dan Tanjung Ayun Sakti, para panitia kurban diwajibkan tes antigen di Puskesmas Sei Jang. Sedikitnya terdapat 51 Masjid 2 Surau yang terdaftar di Puskesmas Seijang sebagai peserta Antingen.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Puskesmas Sei Jang, Dokter Muhammad Faisal, ia menjelaskan pihaknya akan segera menganjurkan peserta yang dinyatakan positif untuk segera melakukan isoman.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, setidaknya terdapat 65 orang yang telah dites Antigen, antara lain 45 orang panitia kurban asal Sei Jang, 19 orang dari Dompak dan 1 orang dari Tanjung Ayun Sakti. dan di dapati lima orang yang positif antigen, yakni 1 orang dari Sei Jang dan 4 orang dari Dompak.

Sementara itu, salah satu warga yang menjadi panitia kurban asal Kelurahan Dompak, mengaku tidak keberatan mengikuti tes Antigen, demi menjamin kesehatan setiap warga yang menerima daging kurban nantinya.

Selain itu, diketahui Pemkot Tanjungpinang terpaksa meniadakan shalat berjamaah Idul Adha, baik di Lapangan maupun di Masjid, bahkan melarang adanya takbiran keliling, demi menjaga agar tidak terjadi kerumunan masyarakat yang beresiko terpapar Covid 19.(Drl)

Comments