Penumpang di SBP Harus Tunggu Kapal Lebih Lama


GOTVNEWS, TANJUNGPINANG - Kebijakan larangan Mudik lokal yang telah dijalankan, dengan tujuan mencegah penyebaran Covid 19, ternyata menimbulkan dampak lain, yakni jumlah penumpang yang drastis berkurang sehingga berpengaruh terhadap pendapatan operator kapal.

Pasca dua hari berlakunya kebijakan larangan Mudik, jumlah penumpang di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang, dilaporkan tidak lebih dari 200 orang penumpang, atau berkisar sekitar 161 hingga 175 orang.

Selain berkurangnya jumlah penumpang, pihak operator kapal penumpang juga mengubah jam keberangkatan yang lebih lama, yakni per tiga jam keberangkatan, untuk rute Tanjungpinang - Batam, yang biasanya per 1 jam sekali.

Hal ini membuat para penumpang harus menunggu lebih lama dari biasanya, terlebih para penumpang harus mengikuti aturan ketat sebelum berangkat, yakni verifikasi SPT dan berkas lainnya serta pemeriksaan Genose.

Fenomena ini dibenarkan oleh Staff Kesbel KSOP Tanjungpinang, Martawilaya, ia menyebutkan bahwa kebijakan ini sebagai pertimbangan bagi operator kapal sebagai pihak pengusaha yang harus menunggu penumpang agar menutupi biaya operasional kapal.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, setiap per tiga jam sekali satu trip perjalanan hanya diisi oleh 40 orang penumpang saja bahkan untuk rute antar pulau jumlah penumpang hanya berkisar belasan orang saja.

Dampak ini tentunya dapat menjadi pertimbangan bagi Pemerintah Daerah, agar dapat memberikan solusi bagi para pengusaha dan penumpang, agar tetap menghidupkan ekonomi serta menjaga pelayanan publik yang baik, terutama bagi calon penumpang yang memiliki keperluan yang mendesak, seperti pasien yang membutuhkan perawatan medis yang bersifat segera.(Drl)


Comments