Terkait Dugaan TPK Cukai Rokok dan Mikol, KPK Kembali Periksa 5 Orang Saksi


GOTVNEWS, TANJUNGPINANG - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kembali memeriksa lima orang yang terdiri dari pejabat dan pensiunan PNS di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bintan serta Ajudan Bupati Bintan , Senin (5/4) pagi tadi.

Kelima orang ini diperiksa Penyidik KPK sebagai Saksi atas dugaan kasus Korupsi Cukai Rokok pada kawasan bebas dagang di Bintan, periode 2016 hingga 2018. Pemeriksaan ini dilakukan di Balai Antan Seludang, Mako Polres Tanjungpinang, Km.5 Kota Tanjungpinang. Hal ini dibenarkan oleh pelaksana tugas Jubir KPK, Ali Fikri, melalui pesan singkat.

"Hari ini penyidik memeriksa lima orang saksi terkait kasus dugaan TPK TPK terkait pengaturan barang kena Cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan Tahun 2016 sampai dengan 2018" Jelas Ali Fikri.

Adapun nama-nama saksi yang diperiksa Penyidik hari ini antara lain, Staf Bidang Perindag dan Penanaman Modal Badan Pengusahaan Bintan Wilayah Kabupaten Bintan & Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan di DPMPTSP Kabupaten Bintan yakni Alfeni Harmi, kemudian Anggota (2) Bidang Pelayanan Terpadu BP Bintan yakni Yurioskandar, Kasubag Fasilitasi dan Koordinasi Pimpinan Kabupaten Bintan yang juga Ajudan Bupati Bintan Periode 2016-2021 yakni Rizki Bintani, Kepala DP3KB Bintan yang juga pernah menjabat sebagai Kepala BP Bintan 2011-2016 yakni Mardhiah dan terakhir salah satu pensiunan PNS yakni Restauli.

Selain itu, KPK diketahui telah menetapkan Pelaksana tugas Kepala BP Bintan, yakni Saleh Umar sebagai tersangka atas kasus ini, dan berhembus kabar bahwa nama Bupati Bintan, Apri Sujadi juga akan diseret sebagai tersangka oleh KPK, namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi oleh KPK terkait isu tersebut. (Drl)


Comments