WALHI: Deforestasi dan Kebijakan Iklim Lemah Picu Banjir Bandang Sumatera

GOTVNEWS, Sumatera – Organisasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menyoroti isu deforestasi dan kebijakan iklim lemah menjadi penyebab utama banjir bandang dan longsor yang melanda berbagai daerah di Sumatera-Aceh.

WALHI mencatat meningkatnya kerentanan ekologis akibat perubahan besar pada ekosistem penting, terutama hutan, yang diperparah oleh dampak krisis iklim.

Data WALHI menunjukkan bahwa sepanjang 2016–2025, sekitar 1,4 juta hektare hutan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hilang akibat aktivitas 631 perusahaan pemegang izin tambang, perkebunan sawit, PBPH, geothermal, hingga PLTA dan PLTM.

WALHI menilai bahwa negara dan perusahaan bertanggung jawab atas bencana ekologis yang terjadi. Pemerintah diminta segera mengevaluasi, menindak, hingga mencabut izin usaha yang terbukti merusak lingkungan.

WALHI juga menyoroti bahwa biaya pemulihan ekosistem harus dibebankan kepada korporasi, bukan anggaran negara.

Selain itu, WALHI memperingatkan bahwa bencana serupa akan semakin sering terjadi jika kebijakan iklim tetap lemah. WALHI juga mendorong pemerintah menjalankan transisi energi yang adil dan benar-benar mengurangi emisi untuk mencegah krisis ekologis yang lebih besar.(frh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *