GOTVNEWS, Tanjungpinang – Harga tiket pesawat di Bandara Raja Haji Fisabililah (RHF) Tanjungpinang resmi naik 40 persen sejak 1 April 2026. Kenaikan harga tiket tersebut menyusul meroketnya harga avtur dunia yang mencapai 70 persen hingga 90 persen.
General Manager PT. Angkasa Pura Bandara RHF Tanjungpinang, Mohamad Setiadi Dermawan, mengatakan Kenaikan tersebut berdampak langsung pada dua maskapai utama rute Tanjungpinang – Jakarta.
Dengan harga tiket saat ini berkisar Rp 1,7 juta untuk maskapai penerbangan Citilink, sementara Batik Air mencapai Rp 1,8 juta hingga Rp 2,3 juta.
“Batik Air naik sekitar Rp 400 ribu per tiket dan Citilink naik antara Rp 350 ribu sampai Rp 380 ribu,” ungkapnya, Kamis (09/4/2026).
Untuk penerbangan antar pulau menggunakan maskapai Susi Air, pihak bandara masih menunggu informasi resmi, meski diprediksi akan naik dampaknya diharapkan lebih ringan karena adanya intervensi dari pemerintah.
“Kami pastikan ada kenaikan, tapi besarannya belum tahu karena Susi Air mendapatkan subsidi pemerintah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Setiadi menjelaskan meski jumlah penumpang masih stabil karena pembelian tiket jauh hari, sektor kargo telah mengalami penurunan drastis hingga lebih dari 50 persen akibat biaya angkut yang tinggi.
“Dampaknya sudah terlihat pada kargo, yang biasanya 30 ton sekarang turun drastis di bawah separuhnya,” pungkasnya. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News












