GOTVNEWS, Tanjungpinang – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Tanjungpinang mengklarifikasi isu kelangkaan “MinyakKita” di pasaran adanya penipisan stok bukan kekosongan.
Kepala Disdagin Tanjungpinang, Riany, menegaskan bahwa stok sebenarnya masih tersedia di gudang distributor dan Bulog, namun jumlahnya menipis karena tingginya permintaan.
“Bukan langka, tapi menipis, stok di Bulog dan distributor (D1) masih ada, hanya saja distribusinya tersebar sehingga cepat berkurang di ritel,” ucapnya Jumat (24/4/2026).
Riany menjelaskan, saat ini proses pemesanan ulang (purchase order) oleh sejumlah swalayan sedang berjalan.
Selain itu, pemerintah telah menyalurkan bantuan pangan sebanyak 84 ribu liter minyak goreng kepada 21 ribu KK di Tanjungpinang sejak awal April guna meringankan beban masyarakat di tengah naiknya harga bahan baku global.
“Faktor global dan kebijakan ekspor produsen memang memengaruhi distribusi, tapi kebutuhan dalam negeri tetap jadi prioritas,” tambahnya.
Untuk menormalkan kondisi, distributor telah menambah kuota sebanyak 12 ribu dus dari Medan dan Dumai khusus untuk Tanjungpinang.
Pasokan tambahan tersebut dijadwalkan berangkat pada 29-30 April 2026 dan diperkirakan tiba dalam empat hari perjalanan.
“Tambahan kuota 12 ribu dus sedang dikirim, dnegan harapan kebutuhan masyarakat segera terpenuhi dan kondisi kembali stabil,” pungkasnya. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News












