GOTVNEWS, Tanjungpinang — Paparan kabut asap kiriman yang melanda wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) hingga Oktober 2026 berdampak serius pada kesehatan masyarakat.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri mencatat penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) melonjak hingga dua kali lipat dibanding bulan sebelumnya dengan total kasus mencapai 4.415 penderita.
Sekretaris Dinkes Kepri, Yosei Susanti, mengungkapkan bahwa kualitas udara di Kota Tanjungpinang tercatat menjadi yang terburuk di Kepri dalam dua hari terakhir, yakni menyentuh angka 164 mikrogram per meter kubik yang masuk dalam kategori tidak sehat.
”Terjadi peningkatan kasus ISPA yang dipengaruhi sebaran asap kiriman Karhutla di tujuh kabupaten dan kota se-Kepri, peningkatan signifikan dialami kelompok anak-anak,” terang Yosei, Jumat (9/10/2026).
Yosei menjelaskan, berdasarkan pemetaan Dinkes Kepri, empat wilayah yang saat ini masuk dalam kategori kualitas udara tidak sehat meliputi Kota Tanjungpinang, Kota Batam, Kabupaten Kepulauan Anambas, dan Kabupaten Karimun.
Secara kumulatif, total kasus ISPA di Kepri berada di angka 4.415 penderita atau melonjak 11,4 persen dibanding bulan sebelumnya.
Ia menyebutkan Kota Batam mencatatkan jumlah penderita tertinggi sebanyak 3.025 kasus atau naik sebesar 19,3 persen, disusul Kabupaten Karimun yang mengalami kenaikan kasus tertinggi dengan 249 kasus atau naik sebenyak 36,8 persen.
Kemudian disusul oleh Kabupaten Bintan sebanyak 488 kasus, Tanjungpinang 217 kasus, Lingga 192 kasus, Natuna 163 kasus dan Anambas 81 kasus.
Melihat kondisi udara yang memburuk, Dinkes Kepri mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan serta mewajibkan penggunaan masker standar kesehatan.
”Kami mengimbau masyarakat untuk melakukan deteksi dini, apabila mulai merasakan gejala seperti demam, batuk terus-menerus (persistent), atau sesak napas, segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan atau Puskesmas terdekat,” pungkasnya. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














