GOTVNEWS, Tanjungpinang – Pemadaman listrik secara menyeluruh (blackout) yang melanda Kota Tanjungpinang sejak Senin (12/10/2026) pagi berimbas pada lumpuhnya fasilitas umum.
Salah satunya adalah tidak berfungsinya lampu lalu lintas (traffic light) di sejumlah persimpangan utama, yang memicu kesemrawutan arus kendaraan.
Pantauan di lapangan, seperti di perempatan lampu merah Pamedan, Tanjungpinang, situasi jalanan tampak padat dan tidak teratur.
Tidak beroperasinya traffic light membuat para pengguna jalan dari berbagai arah saling mendahului untuk melintas.
Kondisi tersebut memaksa para pengendara roda dua maupun roda empat ekstra waspada dan melaju sangat pelan guna menghindari potensi kecelakaan lalu lintas di tengah persimpangan.
Salah seorang pengguna jalan, Cici, mengaku cukup kesulitan dan khawatir saat harus melintasi perempatan Pamedan akibat antrean kendaraan yang saling berebut jalan.
”Listrik sudah padam dari jam enam lewat pagi tadi, dampaknya semua lampu merah mati total, jadi kita pengendara harus ekstra hati-hati dan pelan-pelan saat melintas supaya tidak bersenggolan,” ujar Cici di lokasi.
Sementara itu, pihak PLN Tanjungpinang mengonfirmasi bahwa penanganan gangguan interkoneksi kelistrikan Batam-Bintan yang memicu pemadaman massal ini masih terus dilakukan oleh tim teknis di lapangan.
Manajer ULP PLN Bintan Center, Gogor, menyampaikan bahwa proses penelusuran penyebab pasti gangguan pada sistem Pembangkit Listrik di Batam masih berlangsung. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News








