GOTVNEWS, Tanjungpinang – Rencana maskapai Garuda Indonesia untuk menghentikan operasional di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang pada 9 Februari 2026 mendatang mendapat respon cepat dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, menyatakan akan segera melakukan evaluasi menyeluruh dan menjalin komunikasi intensif dengan pihak maskapai untuk membatalkan rencana tersebut.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Kepri akan mengeluarkan kebijakan khusus guna meningkatkan keterisian kursi maskapai tersebut dengan menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintahan harus menjadi garda terdepan dalam meramaikan bandara lokal.
“Kami akan mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh ASN yang melakukan perjalanan dinas keluar daerah untuk wajib memanfaatkan penerbangan Garuda Indonesia melalui Bandara RHF,” ujarnya, Senin (26/1/2026).
Bagi Pemprov Kepri, kehadiran Garuda Indonesia di Tanjungpinang bukan sekadar urusan bisnis transportasi, melainkan menyangkut marwah Tanjungpinang sebagai pusat pemerintahan dimana konektivitas udara dianggap sebagai jantung bagi daerah yang didominasi oleh wilayah perairan.
“Tanjungpinang ini Ibu Kota, sebuah kebanggaan, konektivitas udara memberikan keleluasaan bagi ekonomi kita, apalagi Kepri adalah daerah kepulauan,” tambahnya.
Dalam koordinasi mendatang, Pemerintah Provinsi akan menyodorkan data potensi penumpang baru yang muncul dari sektor industri di Bintan, termasuk pengembangan kawasan petrosifikal.
Hal ini diharapkan menjadi daya tarik bagi manajemen Garuda untuk tetap melayani rute Tanjungpinang-Jakarta.
“Potensi pasar inilah yang akan kami sampaikan kepada GM Garuda agar mereka tetap memberikan pelayanan terbaiknya di Kepri,” ujarnya.(Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News












