Peserta PKN II LAN 2025 Kunjungi Aceh Utara, Bahas Solusi Kemiskinan hingga Ekonomi Lokal

Peserta PKN II LAN 2025 Kunjungi Aceh Utara, Bahas Solusi Kemiskinan hingga Ekonomi Lokal.
Peserta PKN II LAN 2025 Kunjungi Aceh Utara, Bahas Solusi Kemiskinan hingga Ekonomi Lokal.Foto: Dok Rudenim Tanjungpinang.

GOTVNEWS, Tanjungpinang – Kabupaten Aceh Utara kembali jadi sorotan setelah menjadi lokasi visitasi Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIV Tahun 2025 yang diselenggarakan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Aceh, Selasa (19/8/2025).

Kegiatan ini diikuti pejabat eselon II dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Para peserta menggali langsung kondisi pembangunan di Aceh Utara, termasuk tantangan dan peluang pengembangan ekonomi desa.

Kepala Rudenim Pusat Tanjungpinang, Rakha Sukma Purnama, menyebut visitasi ini diharapkan melahirkan rekomendasi strategis untuk daerah.

“Kami ingin membantu pemerintah Aceh Utara menyusun peta jalan percepatan pengentasan kemiskinan sekaligus memperkuat ekonomi lokal,” ucap Rakha, Kamis (18/9/2025)

Rakha menyebutkan, diskusi mengerucut pada beberapa persoalan utama. Data BPS mencatat angka kemiskinan Aceh Utara masih tinggi, yakni 16,11% atau sekitar 104 ribu jiwa. Selain itu, keterlibatan tenaga kerja lokal di perusahaan besar seperti PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Arun LNG masih minim.

Sementara itu, infrastruktur dasar seperti jalan produksi dan jaringan irigasi belum memadai. Banyak desa masih kesulitan akses distribusi hasil pertanian, diperparah kondisi geografis yang rawan banjir.

“Kalau infrastruktur desa tidak dibenahi, sulit bagi masyarakat meningkatkan produktivitas,” ungkap salah satu peserta PKN II.

Meski begitu, Aceh Utara punya modal besar berupa perkebunan sawit, kakao, karet, pinang, hingga potensi perikanan dan wisata. Para peserta menilai, hilirisasi industri, digitalisasi pemasaran, serta penguatan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) dapat menjadi kunci pertumbuhan ekonomi.

Dari kajian lapangan, peserta PKN II menyusun beberapa rekomendasi strategis, antara lain:

  1. Pembangunan infrastruktur adaptif: jalan desa dan irigasi yang juga berfungsi sebagai mitigasi banjir.
  2. Penguatan kelembagaan ekonomi desa: BUMG dan koperasi berperan sebagai offtaker produk lokal.
  3. Pengembangan sektor unggulan cepat tumbuh: perikanan tambak, hilirisasi pinang, dan wisata berbasis masyarakat.
  4. Digitalisasi ekonomi desa: melalui literasi digital, e-commerce, dan pembangunan jaringan internet perdesaan.
  5. Diversifikasi pengelolaan sumber daya alam: dengan regulasi adil dan berkelanjutan.

Selain itu, juga menekankan perlunya kolaborasi pentahelix antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dayah, media, dan komunitas digital.

“Kunci percepatan pembangunan ada pada sinergi multipihak. Kalau semua bergerak bersama, Aceh Utara bisa lebih cepat keluar dari jerat kemiskinan,” pungkasnya.

Dari Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIV Tahun 2025 di Aceh Utara tersebut, diharapkan dari apa yang sudah dibahas tidak berhenti di atas kertas saja.

Dengan kepemimpinan visioner dan tata kelola yang transparan, Aceh Utara diyakini mampu bertransformasi menuju daerah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. (Ald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *