GOTVNEWS, Tanjungpinang – Gubernur Kepri Ansar Ahmad menerima kunjungan kerja Komisi IX DPR RI di Gedung Daerah Tanjungpinang, Senin pagi. Pertemuan itu membahas berbagai isu strategis ketenagakerjaan di Provinsi Kepri.
Berbagai isu strategis ketenagakerjaan yang dibahas dalam pertemuan tersebut seperti jaminan sosial ketenagakerjaan, kebutuhan pengawas tenaga kerja, dan angka pengangguran terbuka di Kepri.
Menurut Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, kebutuhan pengawas di Kepri mencapai lebih dari 100 orang. Namun, yang tersedia saat ini baru sekitar 40.
Pihaknya mendorong KemenPAN-RB dan Kementerian Ketenagakerjaan agar menyediakan 2.000 pengawas secara nasional, dengan Kepri sebagai salah satu prioritas.
“Kunjungan spesifik ini khusus membahas profesionalisme soal pengawasan ketenagakerjaan. Kita tahu bahwa pengawas sangat penting untuk memastikan bahwa setiap perusahaan menjalankan tugas dan memberikan hak pekerja dan terlindungi,” ungkapnya.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, dari 2.000 pengajuan pengawas secara nasional itu, Kepri akan mendapatkan tambahan 60 tenaga pengawas yang berstatus ASN.
“Saya akan pelajari lagi. Kalau dulu ada tenaga pengawas kita di Disnaker yang dipindahkan ke dinas lain. Kita inventarisasi kita tarik lagi kesitu. Karena itu saya kira sangat penting, dari laporan pelaku usaha, tindak lanjut mnya cukup besar,” jelasnya.
Dalam pertemuan itu, Komisi IX DPR RI turut menyoroti persoalan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan peningkatan kualitas SDM yang akan memasuki dunia kerja di Kepri.(ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News







