GOTVNEWS, Tanjungpinang – PLTD Suka Berenang menggelar simulasi kebakaran, penanganan anti Hura hara dan penanganan tambahan limbah B3, Kamis pagi kemarin. Simulasi untuk melatih kesigapan karyawan dalam menghadapi situasi darurat.
Sebuah gedung pembangkit listrik di PLTD Suka Berenang terbakar. Ini bukan Kejadian sebenarnya melainkan simulasi.
Di skenario api yang melahap salah satu pembakit listrik di PLTD mengakibatkan sejumlah karyawan terluka. Kebakaran juga akibatkan pengaliran listrik terganggu.
Petugas pemadam kebakaran dari PLTD Suka Berenang dibantu Damkar Tanjungpinang berhasil menjinakkan api.
Manager PLN Indonesia Power UPB Kepulauan Riau. Andi Taufik Saputra mengatakan, simulasi digelar didua lokasi yakni di Kabupaten Karimun dan Tanjungpinang.
Simulasi yang digelar rutin setiap tahunya ini bertujuan untuk menguji kesiapan karyawan dalam menghadapi situasi darurat.
“Ini dilakukan serentak di dua lokasi, Karimun dan Tanjungpinang. Kebakaran merupakan tidak bisa prediksi, dengan simulasi ini seluruh staf paham menangani bencana,” ucapnya.
“Dari simulasi ini kita akan evaluasi sampai mana kesiapan dari prosedur kita dalam hadapi hala-hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran, bencana alam, dan lainya. Ini setiap tahun kita adakan,” ucap Manager PLTD Suka Berenang, Busmardi.
Selain simulasi kebakaran dan penanganan tumpahan limbah B3, PLTD juga menggelar simulasi penanganan aksi aksi demo masyarakat yang protes adanya pemadaman listrik bergilir.
Simulasi di skenariokan unjuk rasa ricuh dan terjadi huru hara. Namun, kondisi dapat diatasi dengan prosedur yang tepat sehingga hal-hal yang tidak diinginkan dapat diminimalisir.
Kegiatan ditutup dengan pembagian sebanyak 20 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar kawasan PLTD Suka Berenang sebagai ajang silaturahmi.(ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News







