GOTVNEWS, Bintan– Kepala Pelaksana BPBD Bintan Ramlah, menyebutkan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di , Kabupaten Bintan, tergolong tinggi sepanjang Januari 2026. Tercatat, terdapat sekitar 90 titik kejadian kebakaran di wilayah tersebut.
Menurut Ramlah, tingginya jumlah karhutla membutuhkan penanganan kolaboratif melalui pendekatan pentahelix. Kolaborasi ini melibatkan pemerintah daerah, kecamatan dan desa, masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, serta media.
โKita berharap seluruh unsur pentahelix dapat berkolaborasi dalam penanganan kebakaran di Kampung Dibintan agar kejadian ini bisa ditekan,โ jelasnya.
Ia menjelaskan, masyarakat didorong berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan awal kebakaran. Masyarakat juga diimbau mengutamakan keselamatan diri serta segera melaporkan kejadian kepada petugas berwenang.
Terkait penyebab kebakaran, Ramlah menyebut pihaknya belum dapat memastikan apakah karhutla dipicu faktor alam atau ulah manusia. Saat ini, kasus tersebut masih dalam penelusuran aparat penegak hukum.
โPenyebab pastinya masih didalami. Kita serahkan kepada pihak berwenang untuk menelusuri apakah kebakaran ini disengaja atau tidak,โ tutupnya.(Mhd)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














