GOTVNEWS, Tanjungpinang – Eskalasi konflik di Timur Tengah mulai berdampak pada perjalanan umrah Indonesia terkhusus dari Kepulauan Riau (Kepri), dimana Pemerintah mengeluarkan himbauan calon jemaah untuk menunda keberangkatan sementara waktu demi alasan keamanan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kepri, Muhammad Syafii, menegaskan bahwa kebijakan ini mengikuti arahan pusat, dengan penundaan dilakukan hingga jalur penerbangan internasional dinilai benar-benar aman bagi jemaah.
“Jika belum memungkinkan, keberangkatan sebaiknya ditunda dulu demi menjaga keselamatan jemaah,” ucapnya saat dijumpai, Rabu (4/3/2026).
Ia menerangkan, meski situasi regional memanas, ratusan jemaah asal Kepri yang sudah berada di Arab Saudi dilaporkan tetap aman.
Dimana saat ini mereka masih fokus menjalankan ibadah Ramadan tanpa kendala berarti dari pihak keluarga maupun biro perjalanan.
“Alhamdulillah, jemaah Kepri di sana tetap beribadah seperti biasa dan lebih fokus selama Ramadan,” jelasnya.
Terkait transportasi, Syafii menyebut jemaah Kepri yang mayoritas terbang dari Singapura menggunakan Saudi Arabian Airlines cenderung lebih aman dibanding rute transit melalui Dubai atau Turki.
“Jemaah Kepri pakai Saudi Airlines dari Singapura jadi aman. Yang bermasalah biasanya dari Dubai dan Turki,” tambahnya.
Hingga kini, belum ada laporan kendala dari keluarga jemaah asal Kepri, dengan para jemaah akan dijadwalkan pulang kembali ke tanah air secara bertahap memasuki bulan Syawal mendatang.
“Sejauh ini tidak ada laporan kendala dari keluarga. Insyaallah kondisi mereka aman,” pungkasnya. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News








