Minyakita Kembali Langka, Rak Sejumlah Ritel Modern di Tanjungpinang Kosong

Minyakita Kembali Langka, Rak Sejumlah Ritel Modern di Tanjungpinang Kosong.
Minyakita Kembali Langka, Rak Sejumlah Ritel Modern di Tanjungpinang Kosong. Foto: Gotvnews/Ald.

GOTVNEWS, Tanjungpinang – Produk minyak goreng subsidi pemerintah jenis Minyakita kembali mengalami kelangkaaan di sejumah ritel modern Tanjungpinang.

Berdasarkan pantauan lapangan pada Selasa (7/7/2026), rak penjualan di salah satu ritel modern di Jalan Pemuda tampak kosong dan hanya menyisakan minyak goreng merek premium.

Kelangkaan Minyakita tersebut pun dibenarkan oleh pihak Perum Bulog Cabang Tanjungpinang.

Menurut Kepala Perum Bulog Cabang Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, mengatakan bahwa pasokan Minyakita yang diterima Bulog masih terbatas.

Ia menyebutkan, distribusi sementara masih diprioritaskan untuk program penyaluran bantuan, operasi pasar dan pasar-pasar pantauan yang bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

“Stok yang kami terima masih terbatas sehingga belum bisa disalurkan ke pengecer di luar pasar pantauan, kami harus menjaga ketersediaan hingga pasokan berikutnya datang,” ujar Kepala Perum Bulog Cabang Tanjungpinang, Arief Alhadihaq.

Arief menegaskan, kelangkaan di pasar reguler terjadi karena pasokan dari PT Son Batam dan produsen di Pekanbaru terserap besar-besaran untuk program bantuan sosial (bansos).

Bulog harus merampungkan pembagian paket pangan bagi 143.034 keluarga penerima manfaat di Kepri, yang masing-masing mendapatkan jatah 4 liter Minyakita.

“Keterbatasan pasokan dipengaruhi tingginya kebutuhan Minyakita untuk program bantuan pangan,” jelasnya.

Meski stok di pasaran menipis dan memicu kekhawatiran warga, Bulog menjamin tidak ada kenaikan harga resmi.

Guna mengantisipasi spekulan atau pedagang nakal yang memanfaatkan situasi, pengawasan di tingkat pasar tradisional akan diperketat.

“HET Minyakita tetap Rp15.700 per liter, sementara pengawasan harga di lapangan menjadi kewenangan Satgas Pangan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan,” ujarnya. (Ald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *