GOTVNEWS, Berlin – Adidas menghadapi tekanan boikot yang semakin meluas setelah menjadikan Shalev Biton, mantan tentara Israel yang kehilangan kakinya saat bertugas di militer, sebagai wajah kampanye layanan “Single Shoe”, memicu perdebatan mengenai citra merek dan masa depan bisnis perusahaan di sejumlah pasar utama.
Keputusan Adidas memilih Biton, yang telah pensiun dari militer Israel, sebagai wajah kampanye layanan “satu sepatu” telah meningkatkan kecaman dan seruan boikot terhadap perusahaan tersebut.
Perkembangan itu juga kembali memunculkan perdebatan mengenai kebijakan merek global perusahaan asal Jerman tersebut serta besarnya pasar tempat Adidas menjalankan bisnis.
Setelah menuai reaksi, Adidas menyatakan kampanye tersebut dibuat oleh tim lokal di Israel dan bukan bagian dari strategi periklanan global perusahaan.
Seruan boikot di tingkat internasional terus meningkat karena seorang mantan tentara Israel digunakan untuk mempromosikan produk bagi penyandang amputasi pada saat banyak warga sipil di Gaza kehilangan anggota tubuh mereka.
Bahkan anak anak di Gaza mengajak seruan untuk tidak membeli produk tersebut, anak anak gaza mengkampanyekan untuk memboikot adidas. (Mhd)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News













