GOTVNEWS, Tanjungpinang — Pemadaman listrik secara menyeluruh (blackout) yang melanda beberapa wilayah Kepulauan Riau sejak Senin (12/10/2026) pagi berimbas luas pada aktivitas harian masyarakat.
Selain melumpuhkan fasilitas publik, terputusnya pasokan listrik turut memicu gangguan pada jaringan internet rumah (Wi-Fi) dan transmisi sinyal telekomunikasi seluler.
Kondisi tersebut membuat sebagian besar warga Kota Tanjungpinang berbondong-bondong mendatangi konter HP untuk membeli paket kuota data seluler untuk berbagi keperluan secara online.
Gangguan interkoneksi kelistrikan yang terjadi sejak pukul 06.30 WIB sangat dikeluhkan warga, mengingat pemadaman berlangsung tepat saat jam dimulainya aktivitas perkantoran dan bisnis.
Di tengah kelumpuhan aktivitas warga, usaha konter HP justru memanen lonjakan omzet karena menjadi tumpuan utama masyarakat yang membutuhkan akses internet darurat.
Penjaga konter HP di Jalan Ahmad Yani, Tanjungpinang, Putri, mengungkapkan bahwa toko tempatnya bekerja dipadati pembeli sejak Senin pagi.
Banyak warga panik dan beralih membeli kuota internet seluler akibat jaringan Wi-Fi di rumah maupun tempat kerja mereka mati total.
”Dari pagi ramai sekali warga yang datang beli paket data karena jaringan Wi-Fi di rumah mereka ikut mati akibat pemadaman listrik,” ucapnya saat diwawancarai.
Putri mengaku, hingga siang hari saja sudah ada lebih dari 50 transaksi berlangsung dengan melonjak sekitar 70 persen dibandingkan hari biasanya.
”Melonjaknya sangat signifikan dibanding hari biasa, sampai 70 persen baru sampai siang,” jelasnya.
Berdasarkan keterangan resmi PLN UP3 Tanjungpinang tertanggal 12 Oktober 2026, gangguan pasokan listrik terjadi serentak yang berdampak pada sistem kelistrikan di Kota Batam, Kota Tanjungpinang, hingga Kabupaten Bintan.
Pihak PLN hingga kini masih terus berupaya melakukan proses penormalan sistem Pembangkit Listrik secara bertahap. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














