GOTVNEWS, Batam โ Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali memfasilitasi pergeseran enam Kepala Keluarga (KK) terdampak pengembangan Rempang Eco-City ke hunian baru di kawasan Tanjung Banon. Tambahan ini menjadikan total warga yang sudah menempati rumah baru mencapai 123 KK.
Kepala Biro Umum BP Batam, Mohamad Taofan, mengatakan bahwa proses pergeseran warga dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif guna memastikan kelancaran serta menjaga iklim investasi yang kondusif di Batam.
โBP Batam terus berupaya menyelesaikan pergeseran warga terdampak Rempang Eco-City secara baik dan adil. Kami ingin hak-hak warga terpenuhi,โ ujar Taofan, Rabu (9/7/2025).
Ia menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari komitmen BP Batam untuk mendorong percepatan realisasi investasi strategis di kawasan Rempang, yang menjadi proyek vital dalam pengembangan ekonomi Batam dan nasional.
Lebih lanjut, Taofan mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menggesa pembangunan hunian bagi warga terdampak di Tanjung Banon. Hingga kini, sebanyak 182 unit rumah telah berstatus siap huni, sementara 67 unit sedang dalam tahap penyelesaian dan 55 unit lainnya dalam tahap pengerjaan atap.
โUntuk tahap pertama, BP Batam bertugas mengerjakan sebanyak 304 unit rumah warga. Sedangkan untuk pengerjaan tahap kedua berada di Kementerian PUPR yang saat ini proses pematangan lahannya terus berjalan,โ jelas Taofan.
Pembangunan rumah tersebut diharapkan dapat tuntas sesuai target sehingga warga terdampak bisa segera menempati hunian layak dan aman. Hal ini menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap hak-hak masyarakat di tengah pelaksanaan proyek strategis nasional.
โKami memohon dukungan seluruh pihak agar proses ini berjalan sesuai harapan. Semoga Batam bisa terus melaju menjadi kawasan investasi terbaik di Indonesia,โ tutup Taofan. (Alt)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














