GOTVNEWS, Karimun – Bupati Karimun, Iskandarsyah, mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk ulama, tokoh agama, dan kalangan santri, untuk memperkuat sinergi serta menjaga persatuan demi kemajuan Bumi Berazam.
Ajakan tersebut disampaikan Iskandarsyah saat menghadiri kegiatan Wirid Bulanan dan Doa Bersama dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-27 Kabupaten Karimun sekaligus Hari Santri Nasional ke-12, di Masjid Darul Kamal Huda Sememal, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat.
Dalam kesempatan itu, Bupati Iskandarsyah mengibaratkan Kabupaten Karimun yang kini berusia 27 tahun layaknya manusia yang telah memasuki fase kedewasaan.
Menurutnya, perjalanan panjang pembangunan daerah harus menjadi modal untuk melangkah lebih maju, mandiri, dan mapan.
“Di usia ke-27 ini, ibarat manusia, Kabupaten Karimun sudah berada pada fase sangat dewasa, mandiri, dan mapan. Perjalanan panjang yang telah kita lalui harus menjadi pijakan kokoh untuk melaju lebih mantap dan harmonis ke depan demi kesejahteraan seluruh masyarakat,” ujar Iskandarsyah.
Ia juga menegaskan, pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dukungan dan keterlibatan masyarakat, khususnya para ulama dan tokoh agama, dinilai sangat penting dalam mengawal jalannya pemerintahan.
Iskandarsyah bahkan secara terbuka mengharapkan kritik, nasihat, serta masukan dari para tokoh agama agar kebijakan pemerintah tetap berjalan sesuai harapan masyarakat.
“Sebagai pemimpin, kami adalah manusia biasa yang tidak luput dari salah dan lupa. Oleh karena itu, masukan, nasihat, serta doa dari para ulama dan tokoh masyarakat sangat kami harapkan agar arah pembangunan daerah ini senantiasa berada di jalan yang diridhoi Allah SWT,” tegasnya.
Selain memperingati hari jadi Kabupaten Karimun, momentum tersebut juga menjadi ajang penghormatan terhadap peran santri dan pondok pesantren dalam membangun karakter generasi muda.
Iskandarsyah mengapresiasi kontribusi kalangan santri yang selama ini dinilai konsisten menjaga nilai-nilai moral, keagamaan, serta menjadi bagian penting dalam pembangunan karakter masyarakat.
Ia berharap, peran santri dan pondok pesantren dapat terus diperkuat, tidak hanya dalam mencetak generasi yang memiliki pemahaman agama, tetapi juga membentuk sumber daya manusia yang berakhlak mulia, berilmu, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan di lingkungan pesantren menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keharmonisan, memperkuat persatuan, serta menghadapi berbagai tantangan sosial di tengah perkembangan zaman,” tutupnya. (Yh)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News











