GOTVNEWS, Tanjungpinang — Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) meluncurkan program “Gerbang Pangan dan Wisata Kuliner” di kawasan Ramayana, Jalan Wiratno, Kota Tanjungpinang, Minggu (11/10/2026) sore.
Gelar pasar murah dan bazar kuliner tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta memperkuat ketahanan pangan lokal.
Ketua DPD HKTI Kepri yang juga menjabat Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, menyatakan bahwa program tersebut merupakan wujud sinergi antara HKTI, Pemerintah Daerah, Perum Bulog, dan para pelaku usaha daerah.
Dengan menargetkan kegiatan tersebut dapat menjadi agenda rutin yang hadir berkala di tengah masyarakat.
”Mudah-mudahan Gerbang Pangan dan Wisata Kuliner ini dapat kita laksanakan secara rutin setiap dua minggu sekali di Kota Tanjungpinang untuk memperluas manfaat ekonomi bagi warga,” ujar Nyanyang.
Ia menjelaskan, Perum Bulog disiagakan untuk menyalurkan komoditas pangan pokok dengan harga grosir langsung tanpa mengambil margin keuntungan.
Pada pelaksanaannya Bulog mengalokasikan sekitar 2 hingga 3 ton beras SPHP untuk memenuhi tingginya permintaan masyarakat.
Selain menggelar pasar murah, HKTI Kepri juga berkomitmen mendorong penguatan produksi sektor pertanian lokal guna mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah.
Langkah tersebut dinilai krusial untuk menopang kebutuhan program strategis pemerintah, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat.
”Kami akan memperjuangkan dukungan dari pemerintah pusat, baik berupa bantuan bibit, pupuk, hingga pendampingan bagi para petani lokal. Penguatan sektor pertanian ini penting agar kebutuhan pangan nabati maupun hewani di Kepri dapat dipenuhi secara mandiri,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPC HKTI Kota Tanjungpinang, M. Sadmi Alqoyum, menegaskan bahwa agenda terselubung mengusung tiga misi utama yakni menghadirkan komoditas pangan murah.
Kemudian sebagai fasilitator rantai pemasaran hasil tani, serta membuka wadah promosi bagi UMKM lokal.
Dan rencananya ke depan akan memperluas jangkauan kegiatan ke daerah-daerah strategis di kota Tanjungpinang terkhusus untuk para petani lokal.
”Kegiatan ini melibatkan sekitar 40 UMKM, kedepan HKTI Tanjungpinang berencana memperluas jangkauan ke kawasan Food Street Bintan Center dengan merangkul lebih banyak UMKM dan komunitas,” singkatnya. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News













