GOTVNEWS, Karimun – Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi terus menggesa pembangunan SPBU BBM Satu Harga untuk memudahkan warga mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) dengan harga yang sama seperti di perkotaan.
Dari lima lokasi yang telah dipetakan, dua titik ditargetkan mulai beroperasi pada akhir tahun 2026, yakni di Kecamatan Kundur Barat dan Selat Gelam.
Sementara itu, pembangunan di Kecamatan Buru juga tengah berjalan. Program ini menjadi upaya pemerintah untuk mengatasi kesenjangan harga BBM yang selama ini dirasakan masyarakat di pulau-pulau terpencil.
Kepala Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Mikro dan ESDM Kabupaten Karimun, Vandarones Purba, mengatakan pembangunan SPBU BBM Satu Harga merupakan program pemerintah pusat melalui BPH Migas bersama Pertamina.
“Saat ini sedang on progress pembangunan SPBU BBM Satu Harga. Ini beda dengan SPBU reguler, ini program pemerintah melalui BPH Migas untuk mendekatkan BBM ke lapisan masyarakat di daerah 3T,” ujar Vandarones.
Vandarones menjelaskan, Kabupaten Karimun mendapatkan alokasi pemetaan SPBU BBM Satu Harga di lima lokasi, yakni Kecamatan Kundur Barat, Buru, Selat Gelam, Belat, dan Ungar.
Dari lima titik tersebut, pembangunan di Kundur Barat, Selat Gelam, dan Buru sedang berlangsung secara intensif.
Pemkab Karimun berharap setidaknya dua lokasi dapat segera diresmikan sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat sebelum akhir tahun.
“Harapannya awal Desember ini Kundur Barat dan Selat Gelam akan diresmikan oleh Pak Bupati bersama BPH Migas dan Pertamina,” katanya.
Kehadiran SPBU BBM Satu Harga dinilai penting bagi masyarakat kepulauan yang selama ini menghadapi tantangan dalam memperoleh BBM dengan harga terjangkau.
Pasalnya, biaya transportasi dan distribusi bahan bakar ke wilayah pulau dapat meningkatkan harga jual BBM yang diterima masyarakat.
Dengan adanya SPBU tersebut, warga diharapkan tidak lagi bergantung pada BBM eceran dengan harga yang lebih tinggi.
Berbeda dengan SPBU reguler, SPBU BBM Satu Harga difokuskan untuk menyalurkan BBM bersubsidi sesuai ketentuan pemerintah. Adapun jenis BBM yang akan dijual meliputi Pertalite dan Biosolar.
“Pada SPBU ini akan menjual produk BBM Pertalite dan Biosolar. Jadi benar-benar BBM subsidi,” tegas Vandarones.
Menurutnya, program ini bertujuan agar masyarakat di wilayah terpencil memperoleh BBM dengan harga dan kualitas yang setara dengan masyarakat di daerah perkotaan.
“Tujuannya ini kan mendekatkan BBM ke masyarakat, sehingga nantinya mereka bisa mendapatkan BBM sama seperti di kota. Harga sama, kualitasnya sama, sehingga tercipta ketahanan energi di wilayah pulau-pulau terpencil” tambahnya.
Selain membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat, keberadaan SPBU BBM Satu Harga juga diharapkan mendukung aktivitas ekonomi warga pesisir, termasuk pelaku usaha kecil dan masyarakat yang bergantung pada transportasi laut.
Untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana, Pemkab Karimun terus berkoordinasi dengan BPH Migas dan menyampaikan perkembangan pembangunan di lapangan.
Vandarones menyebut pihaknya secara berkala mengirimkan surat kepada BPH Migas sebagai bentuk pelaporan progres pembangunan SPBU BBM Satu Harga di Kabupaten Karimun.
“Sejauh ini kita intens bersurat ke BPH Migas untuk menyampaikan progres pembangunannya,” ujarnya.
Pemkab Karimun juga berencana memperluas jangkauan program tersebut ke wilayah kepulauan lainnya pada tahun depan. Salah satu lokasi yang diusulkan untuk mendapatkan fasilitas serupa adalah Kecamatan Sugie Besar.
“Ini kan sangat dinantikan oleh masyarakat. Jadi harapannya di tahun ini bisa beroperasi dua atau tiga, dan di tahun depan kita ajukan lagi di Sugie Besar,” tutupnya. (Yh)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News









