GOTVNEWS, Jakarta – Gelaran perdana FIFA ASEAN Cup 2026 resmi berakhir pada Senin 5 Oktober lalu. Timnas Indonesia keluar sebagai juara seusai mengalahkan Thailand 4-2 melalui adu penalti dalam laga final yang berakhir 2-2 pada waktu normal, di hadapan Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, menilai FIFA ASEAN Cup menjadi tahap baru dalam pengembangan sepak bola Asia Tenggara. Turnamen tersebut sekaligus menjadi penanda kerja sama antara FIFA dan ASEAN Football Federation (AFF).
FIFA ASEAN Cup sendiri merupakan turnamen baru yang lahir setelah FIFA dan ASEAN memperbarui Memorandum of Understanding (MoU) pada ASEAN Summit ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia, 26 Oktober 2025. Turnamen ini digelar bersamaan dengan FIFA ASEAN Challenge Cup di Hong Kong, China. Secara keseluruhan, kedua turnamen tersebut melibatkan 14 negara, termasuk seluruh 11 negara anggota ASEAN.
Format turnamen ini telah memberikan kesempatan bagi tim nasional di kawan Asia Tenggara untuk mendapatkan pengalaman bertanding dalam kompetisi internasional yang terstruktur. Tak cuma itu, ajang ini juga memperkuat hubungan antarkawasan dan membuka ruang lebih luas bagi penggemar untuk terlibat dengan sepak bola.
Selain Indonesia dan Thailand sebagai dua finalis, FIFA ASEAN Cup juga diikuti Vietnam, Filipina, Malaysia, Singapura, serta dua negara undangan dari South Asian Football Federation (SAFF), yakni Bangladesh dan Pakistan.
Dipilihnya Indonesia menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup dinilai karena memiliki pengalaman memadai setelah sebelumnya sukses menggelar FIFA U-17 World Cup 2023โข dan FIFA Seriesโข 2026.
โPiala Dunia U-17 di Indonesia merupakan kesempatan penting bagi kami untuk menunjukkan kemampuan menjadi tuan rumah turnamen besar dunia untuk kelompok usia muda, sementara FIFA Series telah memberikan kesempatan bagi tim nasional kami dan tim lainnya untuk berkompetisi dalam lingkungan internasional yang lebih luas,โ kata Erick Thohir.
โNamun FIFA ASEAN Cup menjadi istimewa karena membawa platform global FIFA langsung ke jantung sepak bola Asia Tenggara. FIFA ASEAN Cup memiliki karakter yang berbeda. Turnamen ini adalah tentang menyatukan kawasan melalui sepak bola.
โKami Indonesia, bangga menjadi tuan rumah kembali untuk ajang FIFA, tetapi yang lebih penting, kami melihat ini sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk mengembangkan sepak bola di Indonesia dan berkontribusi terhadap pertumbuhan sepak bola di seluruh Asia Tenggara.โ
Seperti diketahui, dalam satu dekade terakhir, sepak bola ASEAN menunjukkan perkembangan yang konsisten. Indonesia untuk pertama kalinya mencapai fase gugur Piala Asia AFC, Vietnam tampil untuk pertama kalinya di putaran final kualifikasi Piala Dunia FIFA, sementara Filipina dan Singapura mencatat sejarah dengan lolos ke Piala Asia AFC melalui jalur kualifikasi, bukan sebagai tuan rumah.
Sejumlah negara ASEAN juga berhasil mengakhiri penantian panjang. Thailand untuk pertama kalinya dalam 47 tahun mencapai fase gugur Piala Asia AFC, sedangkan Malaysia mengakhiri penantian 43 tahun untuk kembali lolos ke Piala Asia AFC melalui jalur kualifikasi.
Erick Thohir pun menilai FIFA ASEAN Cup dapat menjadi momentum untuk melanjutkan perkembangan tersebut dan menjadi pijakan bagi peningkatan kualitas sepak bola di kawasan Asia Tenggara.
โASEAN memiliki potensi sepak bola yang luar biasa, tetapi setiap negara berada pada tahap perkembangan yang berbeda. Sebuah turnamen FIFA memberikan kompetisi internasional yang berharga bagi tim-tim, sekaligus memberikan pengalaman kepada pemain dan pelatih menghadapi gaya bermain yang berbeda.
โASEAN juga merupakan komunitas sepak bola yang sangat bergairah, dan turnamen ini memberikan kesempatan bagi kami untuk menunjukkan gairah tersebut sekaligus memperkuat hubungan antara tim nasional, pemain, penggemar, dan komunitas sepak bola kami.
โTentunya, bagi Indonesia, tujuan kami bukan hanya mengembangkan tim nasional kami sendiri. Kami juga ingin melihat standar sepak bola di Asia Tenggara terus meningkat. Ketika tim-tim di kawasan kami menjadi lebih kuat, kompetisinya menjadi lebih kuat, dan itu memberikan manfaat bagi semua pihak. Turnamen seperti ini dapat membantu menciptakan lebih banyak peluang internasional, mendorong investasi dalam pengembangan sepak bola, dan memperkuat ekosistem sepak bola di seluruh ASEAN,” pungkas Erick. (*)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














