GOTVNEWS, Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, berkomitmen mengevaluasi tim pengawalnya menyusul insiden kontak fisik antara ajudannya dan mahasiswa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Samarinda yang viral di media sosial.
Ajudan bernama Briptu Asky Rizal Toding tersebut menjadi sorotan setelah diduga menyenggol mahasiswa hingga ponsel yang digunakan untuk merekam terjatuh. Insiden itu terjadi di kawasan Masjid Nurul Mu’minin, kompleks Kantor Pemerintah Provinsi Kaltim.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud menyatakan akan mengevaluasi tim pengawalnya di tengah sorotan terhadap sikap personel pengamanan pejabat publik saat berhadapan dengan masyarakat yang menyampaikan aspirasi.
Pernyataan Rudy itu disambut teriakan dan tepuk tangan mahasiswa. Hal tersebut sebagai bentuk dukungan mahasiswa terhadap langkah tegas yang disampaikan gubernur menyusul insiden yang melibatkan anggota tim pengawalnya.
Penegasan pemecatan ini menjadi tindak lanjut atas polemik yang muncul setelah video dugaan tindakan arogan ajudan tersebut viral di media sosial. Sementara itu, proses pemeriksaan oleh Propam tetap menjadi bagian penting untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran yang terjadi. (Yh)
Sumber: X | RA_leather
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News









