GOTVNEWS, Tanjungpinang – Sejumlah harga komoditas cabai di Pasar Tradisional Bintan Center, Tanjungpinang, mengalami kenaikan hingga 100 persen. Kenaikan imbas dari bancana banjir bandang yang terjadi di wilayah Sumatera.
Dampak kenaikan harga cabai di Tanjungpinang, akibat cuaca ekstrem dan bencana banjir bandang yang terjadi di wilayah Sumatera yang merupakan daerah penghasil.
Seperti terpantau di Pasar Tradisional Bintan Center Tanjungpinang, harga cabai nano yang awalnya dijual Rp60 ribu kini naik menjadi Rp108 ribu perkilogram.
Harga cabai merah keriting dari awalnya Rp70 ribu naik menjadi Rp98 ribu, cabai hijau dari Rp48 ribu naik menjadi Rp94 ribu rupiah per kilogramnya.
Salah seorang pedagang, Robby mengaku kenaikan disebabkan oleh cuaca ekstrem, terutama akibat bencana alam yang terjadi di wilayah Sumatera Barat, Medan, dan Aceh yang merupakan sebagai daerah penghasil.
“Jadi yang melejit sekali adalah cabe rawit, melonjak langsung dari Rp50 an sebelumnya, disebabkan memang akhir bulan, cuaca hingga dampak bencana, dimana Sumatera daerah penghasil,” ucapnya.
Salah seorang warga, Sariati mengaku kenaikan harga cabai ini sangat berdampak pada usahanya. Akibatnya, ia harus mengurangi jumlah pembelian cabai dan porsi yang dijual.
“Untuk jualan hampir tiap hari beli, karena dia mahal jadi kita agak gimana gitu, dan kalau bisa turunlah,” ucapnya.
Saat ini pasokan berbagai jenis cabai dari pulau Sumatera terputus dan menyebabkan distribusi tidak berjalan, diperkirakan harga akan terus melonjak hingga pasokan kembali normal.(ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News







