GOTVNEWS, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) resmi menggandeng Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa untuk meningkatkan indeks literasi masyarakat sekaligus melestarikan bahasa daerah.
Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan di Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang pada Rabu (28/1/2026).
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, mengatakan langkah strategis tersebut berfokus pada peningkatan literasi masyarakat, penggunaan bahasa Indonesia, dan melestarikan bahasa daerah.
Dalam peningkatan literasi, nantinya akan dilakukan pengawasan penggunaan bahasa serta pendistribusian buku bacaan bermutu, terutama di wilayah pelosok yang sulit akses internet.
“Fokus kita pada sekolah di wilayah kepulauan, kami akan dukung dengan pengiriman buku bacaan bermutu ke sekolah yang indeks literasinya masih rendah,” ucapnya.
Selain literasi, kolaborasi ini bertujuan memayungi hukum kelestarian sastra dan bahasa lokal agar tetap eksis sebagai kekayaan budaya bangsa.
“Kami juga akan berikan pendampingan pemanfaatan buku tersebut, ini juga upaya melindungi bahasa Melayu agar terus tumbuh dan lestari,” tambahnya.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyambut baik kolaborasi tersebut, meski indeks literasi Kepri menunjukkan tren peningkatan sejak 2023, ia menilai dengan dukungan pusat akan mempercepat pemerataan kualitas pendidikan.
“Ini bagian dari kolaborasi untuk memicu semangat program literasi di Kepri agar trennya terus naik setiap tahun,” singkatnya. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














