GOTVNEWS, Jakarta – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjadi sorotan publik setelah pernyataannya terkait bantuan kemanusiaan dari Malaysia untuk korban banjir Aceh memicu polemik di media sosial.
Pernyataan tersebut dinilai menimbulkan kesan seolah Indonesia meremehkan bantuan dari negara tetangga, sehingga memicu kritik warganet, termasuk dari publik Malaysia.
Menanggapi hal itu, Tito menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf. Ia menegaskan tidak pernah berniat meremehkan bantuan Malaysia.
Menurutnya, pernyataan yang disampaikan sebelumnya berkaitan dengan pengaturan mekanisme penyaluran bantuan asing agar lebih tertib dan terkoordinasi, bukan penolakan terhadap bantuan itu sendiri.
Selain itu, Tito juga meluruskan polemik terkait bantuan beras dari Uni Emirat Arab (UEA) yang sempat dikembalikan oleh pemerintah daerah. Ia memastikan bantuan tersebut tidak ditolak, melainkan terjadi kesalahpahaman terkait status bantuan.
Tito menjelaskan, bantuan beras sebanyak 30 ton yang diterima Pemerintah Kota Medan bukan berasal dari pemerintah resmi UEA, melainkan dari organisasi kemanusiaan Bulan Sabit Uni Emirat Arab, yang setara dengan Palang Merah atau PMI.
Karena sempat dipersepsikan sebagai bantuan antar pemerintah, penyalurannya tertunda lantaran belum ada mekanisme resmi.
Pemerintah kemudian menyerahkan pengelolaan dan distribusi beras tersebut kepada Muhammadiyah Medical Center di Medan. Penyaluran melalui organisasi kemasyarakatan dinilai lebih cepat dan tepat sasaran.(frh)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News







