GOTVNEWS, Karimun – Pemerintah Pusat memastikan akan mengakhiri persoalan kelangkaan beras yang terjadi selama ini di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Dalam kunjungan kerja ke Karimun, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan Perum Bulog diberi tanggung jawab penuh untuk menjaga stabilitas pasokan beras di Kepulauan Riau, termasuk Karimun, agar tidak lagi mengalami kekurangan stok.
“Bulog bertanggung jawab penuh. Kepulauan Riau tidak boleh kekurangan beras. Suplai akan dikirim secara berkelanjutan,” ujar Amran.
Pemerintah juga berencana membangun gudang logistik baru di Karimun, yang dinilai dapat menjaga ketersediaan cadangan beras, sekaligus mengurangi ketergantungan pada distribusi yang kerap terhambat kondisi cuaca dan jalur transportasi laut.
“Gudang harus terisi dengan baik sehingga pasokan tetap aman,” ujarnya.
Amran menjelaskan, secara nasional kondisi stok beras berada pada level yang sangat kuat. Data Kementerian Pertanian menunjukkan cadangan beras nasional mencapai sekitar 3,2 juta ton, tertinggi sejak Indonesia merdeka.
Dengan kondisi tersebut, ia menilai tidak semestinya daerah-daerah strategis seperti Kepulauan Riau masih menghadapi persoalan kelangkaan pangan.
“Secara nasional kita dalam kondisi surplus. Karena itu, daerah tidak boleh lagi kekurangan beras,” katanya.
Selain persoalan ketersediaan, Amran juga menanggapi isu Harga Eceran Tertinggi (HET) yang kerap menjadi tantangan di wilayah kepulauan akibat tingginya biaya distribusi.
Menurutnya, pemerintah membuka peluang untuk melakukan penyesuaian kebijakan harga. Ia menyebutkan, Bulog saat ini tengah mengkaji aspek teknis penyesuaian tersebut sebelum diajukan kepada Presiden.
“Kajian teknis sedang dilakukan. Nantinya akan kami sampaikan kepada Presiden” tutupnya. (yh)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News












