Pengurus DPD PKSS Tanjungpinang dan Bintan Periode 2026–2031 Resmi Dilantik

Pengurus DPD PKSS Tanjungpinang dan Bintan Periode 2026–2031 Resmi Dilantik.
Pengurus DPD PKSS Tanjungpinang dan Bintan Periode 2026–2031 Resmi Dilantik. Foto: Istimewa.

GOTVNEWS, Tanjungpinang – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Kekerabatan Sulawesi Selatan (DPW PKSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Eko Rosano, resmi melantik kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKSS Kota Tanjungpinang dan DPD PKSS Kabupaten Bintan periode 2026–2031.
‎
‎Prosesi pelantikan dilaksanakan di Pujasera Pinang Harmoni, Jalan D.I Panjaitan, KM 7, Tanjungpinang, Sabtu (24/10/2026) malam.
‎
‎Ketua DPW PKSS Kepri, Eko Rosano, menyampaikan apresiasi dan harapan besarnya kepada jajaran pengurus dua DPD yang baru saja dikukuhkan.
‎
‎”Selamat atas pelantikan dan pengukuhan DPD PKSS Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Semoga amanah dan dapat menjalankan tugas serta tanggung jawab organisasi dengan optimal,” ucapnya.
‎
‎Di tempat yang sama, Sekretaris DPW PKSS Kepri, Sarti Riswati Pongsitanan, menjelaskan bahwa pembentukan kepengurusan di Tanjungpinang dan Bintan ini melengkapi DPD PKSS yang sebelumnya telah terbentuk di Kota Batam dan Kabupaten Karimun.
‎
‎Ia menambahkan, dalam waktu dekat PKSS Kepri juga akan melanjutkan ekspansi kepengurusan ke daerah hinterland meliputi Kabupaten Lingga, Natuna, hingga Kepulauan Anambas.
‎
‎”Anggota PKSS di Kepri ini berjumlah ribuan orang, PKSS wadah yang menaungi tiga suku besar asal Sulawesi Selatan, yaitu Bugis, Makassar, dan Toraja dan berharap pengurus DPD Tanjungpinang dan Bintan dapat semakin solid, menjaga persatuan bangsa dengan berbagai elemen suku lainnya, berfokus pada kegiatan sosial, serta mendukung penuh program-program pembangunan pemerintah,” ujarnya.
‎
‎Sementara itu, Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdako Tanjungpinang, Yoni Fadri, menyambut baik hadirnya wadah organisasi keakraban tersebut.
‎
‎Dirinya berharap PKSS mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sosial di daerah.
‎
‎”Mari kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan dan keberagaman sebagai kekayaan, prinsip ini menjadi landasan penting untuk bersama-sama mewujudkan Tanjungpinang yang maju, harmonis, dan sejahtera,” singkatnya. (Ald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *