GOTVNEWS, Tanjungpinang – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Tanjungpinang berencana membangun pos siaga permanen di pulau Penyengat, Tanjungpinang. Dimana sebelumnya belajar dari insiden kebakaran lahan seluas 1,5 hektare di Pulau Penyengat pada Minggu (18/1/2026) lalu.
Kasi Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan DPKP Tanjungpinang, Dery Ambary, menyebut langkah ini diambil guna memangkas waktu respons yang selama ini terkendala jarak dan akses transportasi laut.
Dimana proses pemadaman manual yang memakan waktu lama pada insiden terakhir menjadi evaluasi besar bagi pihak pemadam kebakaran.
“Kalau menunggu personel dari Tanjungpinang ke sana akan memakan waktu lama, kita khawatir api sudah meluas,” ucapnya, Senin (2/2/2026).
Saat ini, DPKP Tanjungpinang telah menyiagakan sekitar 10 relawan di Pulau Penyengat, untuk siaga pada penanganan awal, serta pada 2026 akan di bangun pos beserta pengadaan alat pemadam.
“Di sana kita akan bangun pos dan berikan bantuan alat seperti selang, mesin portabel, hingga kendaraan Kaisar pengangkut air yang akan siaga di lokasi,” tegasnya.
Meski rencana ini sudah diajukan sejak tahun 2020, Dery mengakui adanya beberapa kendala, salah satu ialah ketersediaan lahan, mengingat tanah di Pulau Penyengat merupakan lahan adat yang penggunaannya memiliki prosedur khusus.
“Terkendala lahan karena di sana lahan adat yang tidak bisa dipergunakan sembarangan,” sambungnya.
Selain itu, keterbatasan sumber air tawar di pulau tersebut memaksa petugas untuk mencari alternatif lain dalam proses pemadaman skala besar.
“Kesulitannya juga sumber air, akses suplai yang paling memungkinkan adalah menggunakan air asin langsung,” Tutupnya. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News








