GOTVNEWS, Tanjungpinang – Realisasi Pajak Kendaraan Bermotor di Provinsi Kepulauan Riau baru mencapai 72 persen atau sekitar Rp300 miliar lebih dari target sebesar Rp517 miliar yang ditetapkan untuk tahun 2026.
Kepala Bapenda Kepri, Abdullah, menyebutkan rendahnya realisasi penerimaan PKB dipengaruhi oleh menurunnya daya beli masyarakat yang membuat banyak wajib pajak menunda pembayaran. Selain itu, penarikan kendaraan oleh perusahaan leasing juga turut berdampak terhadap penerimaan PKB di Provinsi Kepri.
โ
Sementara itu, untuk Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor telah mencapai sekitar Rp251 miliar dari target Rp290 miliar lebih.
“Penurunan daya beli membuat masyarakat lebih memprioritaskan kebutuhan lain, seperti biaya pendidikan, sehingga pembayaran pajak tertunda. Lalu faktor trend tidak sanggup bayar cicilan dan ditarik leasing. Sementara itu, realisasi BBN-KB telah mencapai Rp251 miliar dari target Rp290 miliar,” jelasnya.
Untuk meningkatkan realisasi penerimaan pajak, Bapenda Kepri menggelar program pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) pada 10 Agustus hingga 31 Oktober. Program tersebut berdampak pada peningkatan penerimaan sekitar 5 persen.(ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News








