Tracing TBC Terintegrasi CKG di Tanjungpinang Jangkau 3.600 Warga, Delapan Orang Dinyatakan Positif

Tracing TBC Terintegrasi CKG di Tanjungpinang Jangkau 3.600 Warga, Delapan Orang Dinyatakan Positif.
Tracing TBC Terintegrasi CKG di Tanjungpinang Jangkau 3.600 Warga, Delapan Orang Dinyatakan Positif. Foto: Diskominfo Tanjungpinang.

GOTVNEWS, Tanjungpinang – Tracing tuberkulosis (TBC) terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Tanjungpinang telah memeriksa 3.600 warga hingga Rabu (7/10). Dari pemeriksaan tersebut, sebanyak 1.601 spesimen dahak dirujuk untuk memastikan status TBC dan delapan orang dinyatakan positif.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kota Tanjungpinang Rustam menjelaskan seluruh pasien yang dinyatakan positif telah mendapatkan pengobatan dengan lama pengobatan yang direncanakan selama enam bulan.

“Tujuan tracing tuberkulosis ini adalah menemukan dan mengobati tuberkulosis secara tuntas, memutus mata rantai penularan dan menurunkan kasus tuberkulosis sehingga eliminasi tuberkulosis dapat dicapai pada tahun 2030,” jelas Rustam, Kamis (8/10/2026).

Kontak erat dengan pasien TBC juga telah diberikan terapi pencegahan tuberkulosis. Obat tersebut diminum satu kali setiap minggu selama 12 minggu.

Hingga saat ini, tracing TBC telah dilakukan di 36 titik yang tersebar di 18 kelurahan se-Kota Tanjungpinang. Kegiatan tersebut diluncurkan Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah di Kelurahan Tanjung Unggat pada 9 September 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 27 November 2026.

Secara keseluruhan, pemeriksaan akan dilakukan di 87 lokus. Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta di sejumlah lokasi yang melebihi kuota pemeriksaan, yakni 100 orang setiap lokasi.

Pemeriksaan di setiap lokasi meliputi penyuluhan tentang TBC, pemeriksaan kesehatan umum, pengukuran antropometri, tekanan darah dan gula darah. Warga yang terduga TBC juga menjalani pemeriksaan dahak, sementara sejumlah lokasi dilengkapi dengan pemeriksaan foto rontgen.

Dari pemeriksaan rontgen, sebanyak 111 hasil menunjukkan indikasi TBC. Hasil tersebut masih dikonsultasikan dengan dokter spesialis paru di rumah sakit.

“Jika hasil pemeriksaan dokter memastikan TBC, pasien akan mendapatkan pengobatan sesuai standar,” ujar Rustam. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *