GOTVNEWS, Tanjungpinang — Wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya diprediksi masih diselimuti kabut asap tebal selama tiga hari ke depan. Berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per Kamis (8/10/2026), kondisi terdesak memicu penurunan kualitas udara hingga masuk dalam kategori tidak sehat.
Hasil pemantauan citra Satelit Himawari mengindikasikan bahwa kabut asap yang melanda Pulau Bintan merupakan sebaran asap kiriman dari lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan.
Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Muhammad Fadris Dwiandoko, menjelaskan bahwa pola pergerakan angin yang dominan bertiup dari arah tenggara hingga selatan menjadi faktor utama terbawanya massa udara berisi partikel asap menuju wilayah Kepulauan Riau.
”Berdasarkan data pemantauan, konsentrasi kualitas udara berada pada angka 63,9 mikrogram per meter kubik yang masuk dalam kategori tidak sehat,” jelas Fadris, Kamis (8/10/2026).
Selain memperburuk kualitas udara, fenomena tersebut turut berdampak signifikan pada jarak pandang atau visibility yang saat ini berada pada kisaran 1 hingga 3 kilometer.
Pihak BMKG memprakirakan kondisi cuaca di Pulau Bintan untuk beberapa hari ke depan masih didominasi cerah berawan hingga berawan, dengan potensi kabut asap yang masih membayangi.
”Masyarakat diimbau tetap mewaspadai perubahan cuaca dan khususnya yang beraktivitas di luar rumah agar selalu menggunakan masker sebagai langkah perlindungan diri,” tutupnya. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News













