GOTVNEWS, Karimun – Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun mempercepat rencana relokasi pedagang Pasar Sore Puan Maimun sebagai bagian dari upaya penataan kawasan sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Bupati Karimun, Iskandarsyah, mengatakan langkah tersebut bukan untuk membatasi aktivitas ekonomi masyarakat, melainkan menciptakan lingkungan pasar yang lebih tertib, bersih, dan representatif.
“Tujuan utama kita adalah penataan. Kita ingin lapak pedagang lebih rapi dan bersih. Pasar Puan Maimun ini menjadi etalase daerah yang sering dilihat tamu dari pusat,” ujar Iskandarsyah.
Relokasi ini juga menjadi bagian dari strategi optimalisasi PAD. Selama kurang lebih delapan tahun, area parkir yang kini digunakan sebagai pasar sore belum memberikan kontribusi retribusi resmi bagi daerah.
“Kita hanya menggeser lokasi, bukan melarang berjualan. Justru kita ingin ekonomi masyarakat berkembang. Kalau tempatnya tertata, pembeli juga akan lebih nyaman,” tambahnya.
Di tengah dinamika penolakan dari sebagian pedagang, Pemkab Karimun mengedepankan pendekatan persuasif.
Setelah sebelumnya menampung aspirasi pedagang yang keberatan, pemerintah kini juga membuka ruang dialog dengan pedagang yang mendukung relokasi.
Secara teknis, Blok D dinilai cukup memadai untuk menampung seluruh pedagang pasar sore yang berjumlah 82 orang, terdiri dari 36 pedagang basah dan 46 pedagang kering. Dari total 157 lapak yang tersedia, saat ini baru 60 yang terisi, sehingga masih terdapat 97 lapak kosong.
Pemkab Karimun juga menjanjikan evaluasi berkala dalam beberapa bulan pertama pascarelokasi guna memastikan fasilitas dan kenyamanan pedagang tetap terjaga.
“Kita akan evaluasi dalam dua hingga tiga bulan. Jika ada kekurangan, akan kita lengkapi. Kami memahami kekhawatiran pedagang, tapi ini dilakukan untuk kepentingan bersama,” tegas Iskandarsyah.
Dukungan terhadap kebijakan ini juga datang dari sebagian pedagang. Sugiarto, salah satu perwakilan pedagang, menilai relokasi memang diperlukan dari sisi penataan kota.
“Kalau dilihat dari tata ruang, kondisi di area parkir memang sudah kurang layak. Tujuannya bukan mematikan usaha, tapi menata agar lebih baik,” ujar Sugiarto. (yh)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News








