GOTVNEWS, Karimun – Krisis listrik yang melanda Kabupaten Karimun masih belum sepenuhnya teratasi, sebagian besar kawasan permukiman padat penduduk masih mengalami pemadaman akibat gangguan pada sistem kelistrikan.
Blackout yang terjadi dipicu oleh kombinasi gangguan pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan kebakaran yang terjadi pada salah satu gardu hubung.
Manajer PLN ULP Tanjungbalai Karimun, Ahmad Subhan, mengatakan kondisi sistem kelistrikan Karimun saat ini masih dalam tahap pemulihan darurat.
“Kondisi kelistrikan memburuk akibat gangguan PLTU dan kebakaran pada gardu hubung. Kami bahkan memaksakan satu penyulang untuk mengaliri beban lebih besar dari biasanya,” kata Ahmad Subhan.
Untuk mempercepat pemulihan, PLN mendatangkan gardu hubung pengganti dari luar daerah. Sembilan unit gardu pengganti dikirim dari Pekanbaru melalui Pelabuhan Buton menggunakan kapal sewaan khusus.
Selain itu, lima unit gardu tambahan juga diberangkatkan dari Tanjungpinang menggunakan kapal Ro-Ro. Tak hanya peralatan, PLN juga mengerahkan tim teknis tambahan dari berbagai daerah.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau menurunkan 10 personel pendukung dari Tanjungpinang dan 11 teknisi spesialis penanganan gangguan dari Pekanbaru untuk membantu proses pemulihan.
Dalam upaya menghidupkan kembali sistem, PLN juga melakukan penyambungan jalur sementara dari kawasan PLTU Bukit Carok menuju Jalan Nusantara hingga Coastal Area guna menyuplai daya awal untuk operasional pembangkit.
Ahmad menjelaskan keluhan masyarakat terkait wilayah yang padam lebih dari 24 jam tanpa skema pemadaman bergilir, disebabkan kerusakan fisik pada titik pangkal jaringan.
Menurutnya, beberapa wilayah belum bisa dialiri listrik karena jaringan utama mengalami kerusakan, sehingga tidak memungkinkan dilakukan pengalihan beban seperti pada pemadaman bergilir biasa.
“Kalau dipaksakan disambung ke jaringan yang belum stabil, risikonya sistem bisa blackout lagi secara menyeluruh,” ujarnya.
Saat ini, PLN baru mampu mengoperasikan tiga penyulang secara terbatas. Sementara empat penyulang lainnya hanya melayani wilayah yang berada di sekitar pusat pembangkit untuk menjaga stabilitas sistem.
PLN menargetkan proses perbaikan utama akibat gangguan dan kebakaran gardu hubung dapat diselesaikan pada Jumat mendatang.
Selain itu, langkah jangka panjang juga tengah disiapkan dengan mendatangkan mesin pembangkit tambahan berkapasitas 6 megawatt (MW) untuk menggantikan unit yang mengalami kerusakan ditargetkan pekan pertama Agustus 2026.
“Di bulan Agustus tidak boleh ada lagi pemadaman. Seluruh target pemulihan ini diharapkan dapat berjalan sesuai rencana,” tutupnya. (yh)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News













