Sempat Terhenti, Lima Dapur MBG di Karimun Kembali Beroperasi

Sempat Terhenti, Lima Dapur MBG di Karimun Kembali Beroperasi. Foto: Gotvnews/yh.

GOTVNEWS, KARIMUN – Sebanyak lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Karimun dipastikan kembali beroperasi, setelah sempat dihentikan operasional akibat kendala administrasi dan pencairan dana.

Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Karimun, Rocky Marciano Bawole, mengatakan pengaktifan kembali dilakukan setelah lima SPPG tersebut memenuhi persyaratan administrasi yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

“Dari 17 SPPG yang disuspend secara bertahap sejak sebulan lalu, ada lima SPPG yang kembali aktif beroperasi,” ujar Rocky, Selasa (9/6/2026).

Rocky menjelaskan, dari total 29 SPPG yang tersebar di Kabupaten Karimun, sebanyak 17 unit sempat dihentikan sementara karena masih dalam proses pemenuhan standar administrasi dan verifikasi dari BGN.

Selain persoalan administrasi, keterlambatan pencairan dana operasional juga menjadi salah satu penyebab dapur MBG tidak dapat menjalankan aktivitasnya.

Menurutnya, sistem pendanaan program MBG dilakukan secara berkala setiap 10 hari sekali. Karena pengelola tidak diperkenankan menggunakan dana talangan, operasional dapur otomatis harus dihentikan apabila dana belum masuk ke rekening pengelola.

“Selama ini SPPG beroperasi setelah dana operasional masuk setiap 10 hari. Kalau dananya belum masuk, otomatis tidak bisa berjalan karena tidak ada biaya operasional. Biasanya keterlambatan satu atau dua hari itu hal yang biasa karena proses administrasi. Namun untuk besok dana sudah mulai masuk,” jelasnya.

Terkait isu yang sempat ramai mengenai terhentinya aliran dana operasional, Rocky tidak membantah adanya keterlambatan tersebut.

Namun ia menegaskan bahwa persoalan utama berada pada proses pembenahan administrasi dan penyesuaian sistem yang dilakukan oleh Badan Gizi Nasional.

Menurutnya, pengawasan terhadap program MBG kini dilakukan lebih ketat sehingga seluruh mitra diwajibkan memenuhi seluruh ketentuan administrasi sebelum dana dapat dicairkan.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Karimun memastikan proses pembenahan terhadap SPPG yang masih tersuspensi dilakukan secara bertahap.

Targetnya, seluruh dapur MBG yang saat ini belum beroperasi dapat segera kembali memberikan pelayanan kepada masyarakat setelah seluruh persyaratan dipenuhi.

“Kami terus berkoordinasi agar seluruh SPPG yang masih tersuspensi dapat kembali aktif secara bertahap sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Rocky yang juga menjabat Wakil Bupati Karimun mengimbau seluruh mitra pengelola SPPG di Kabupaten Karimun untuk tetap tenang dan mengikuti seluruh mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kepada seluruh mitra SPPG di Karimun, kami meminta tetap menjalankan seluruh ketentuan yang berlaku dan tetap profesional dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis,” tutupnya. (yh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *