GOTVNEWS, KARIMUN – SMA Negeri 3 Karimun menjadi sekolah pertama di Provinsi Kepulauan Riau yang mengembangkan program penanaman padi gogo di lingkungan sekolah. Program tersebut tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran sekaligus pembentukan karakter peserta didik melalui praktik pertanian secara langsung. Kamis (11/6/2026).
Kepala SMA Negeri 3 Karimun, Mery Sandra, mengatakan penanaman padi gogo merupakan program yang digagas Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kementerian Pertanian Kabupaten Karimun Kecamatan Meral, dengan SMA Negeri 3 Karimun dipercaya sebagai lokasi pelaksanaannya.
“Penanaman padi gogo ini merupakan program dari Balai Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian Kabupaten Karimun Kecamatan Meral dan SMA Negeri 3 Karimun menjadi tempat pelaksanaannya. Ini menjadi suatu kebanggaan bagi kami,” ujar Mery Sandra.
Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihak sekolah karena mampu menghadirkan pembelajaran di luar ruang kelas yang memberikan pengalaman nyata kepada siswa.
Melalui program tersebut para siswa tidak hanya dikenalkan pada proses bercocok tanam, tetapi juga memahami seluruh tahapan produksi pangan mulai dari penanaman bibit hingga menjadi beras dan nasi yang dikonsumsi sehari-hari.
“Anak-anak bisa mengetahui bagaimana cara menanam padi, bibitnya seperti apa, hingga nantinya menjadi beras dan nasi. Ini menjadi pengalaman belajar yang sangat berharga,” katanya.
Dengan kegiatan penanaman padi gogo ini juga menjadi media pembentukan karakter peserta didik, terutama dalam menanamkan nilai tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan.
Para siswa dilibatkan secara langsung dalam proses perawatan tanaman sehingga diharapkan tumbuh rasa memiliki dan disiplin terhadap tugas yang diberikan.
“Program ini membentuk karakter anak-anak, terutama rasa tanggung jawab dalam memelihara tanaman padi yang telah mereka tanam,” ujarnya.
Selain padi gogo, sekolah juga mulai memanfaatkan lahan kosong seluas sekitar satu hektare untuk pengembangan tanaman produktif lainnya, salah satunya kacang panjang.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membangun budaya pertanian di kalangan generasi muda.
Sementara, Staf Khusus Gubernur Kepri bidang Percepatan Pembangunan, Investasi dan Keagamaan, Nurdin Basirun, memberikan apresiasi atas kreativitas SMA Negeri 3 Karimun yang menghadirkan program penanaman padi gogo di lingkungan sekolah.
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengubah pola pikir masyarakat agar tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menghasilkan pangan secara mandiri.
“Saya mengapresiasi kreativitas sekolah di Kabupaten Karimun. Dengan adanya program penanaman padi ini, paling tidak dapat mengubah mindset masyarakat yang selama ini cenderung konsumtif sesuai dengan program pemerintah di bidang ketahanan pangan,” kata Nurdin.
Ia berharap keberhasilan SMA Negeri 3 Karimun dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Provinsi Kepulauan Riau untuk mengembangkan program serupa.
Nurdin menambahkan, pendidikan tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga perlu membangun keterampilan hidup yang bermanfaat bagi masa depan generasi muda.
“Dengan adanya penanaman padi gogo di SMA Negeri 3 Karimun ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya di Kepulauan Riau,” ujarnya.
Nurdin juga menilai keberhasilan dunia pendidikan di Kepulauan Riau yang tercermin dari tingginya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) perlu terus didukung dengan inovasi pembelajaran yang menyentuh aspek karakter, kreativitas, dan kemandirian peserta didik.
“Indeks pembangunan manusia di Kepulauan Riau sudah sejajar dengan Jakarta. Program-program seperti ini menjadi salah satu indikator yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah,” tutupnya. (yh)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News








