Pelajar Hinterland Terima Bantuan Ongkos Kapal, Rp30 Juta untuk Siswa SMAN 1 Moro

Pelajar Hinterland Terima Bantuan Ongkos Kapal, Rp30 Juta untuk Siswa SMAN 1 Moro.
Pelajar Hinterland Terima Bantuan Ongkos Kapal, Rp30 Juta untuk Siswa SMAN 1 Moro. Foto: Prokopim Pemkab Karimun.

GOTVNEWS, Karimun – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) kembali menyalurkan bantuan transportasi laut bagi siswa SMAN 1 Moro yang setiap hari harus menyeberangi lautan menggunakan kapal pompong untuk bersekolah.

Bantuan tersebut disalurkan melalui Dinas Pendidikan Provinsi Kepri sebagai upaya meringankan beban biaya transportasi para pelajar yang berasal dari pulau-pulau sekitar.

Kepala SMAN 1 Moro, Heri Setiono, mengatakan mekanisme penyaluran bantuan tahun ini mengalami perubahan dibanding tahun sebelumnya. Jika sebelumnya bantuan diberikan setiap semester, kini pencairan dilakukan setiap tiga bulan sekali.

“Untuk bantuan yang kami serahkan kemarin merupakan alokasi bulan Januari, Februari, dan Maret 2026. Total anggaran yang disalurkan mencapai Rp30 juta,” kata Heri.

Heri menambahkan, besaran bantuan yang diterima setiap siswa tidak sama karena disesuaikan dengan tarif kapal dan jarak tempuh dari pulau asal menuju sekolah. Perhitungan juga mengacu pada jumlah hari efektif masuk sekolah.

Ia mencontohkan, siswa yang berasal dari Desa Jang dikenakan tarif kapal pompong sebesar Rp3.000 untuk sekali perjalanan atau Rp6.000 pulang pergi setiap harinya.

“Bantuan ini dihitung berdasarkan hari efektif sekolah. Jadi tidak termasuk hari libur, tanggal merah maupun saat siswa tidak masuk sekolah,” jelasnya.

Rata-rata, setiap siswa penerima memperoleh bantuan transportasi sekitar Rp200 ribuan untuk periode tiga bulan.

Program bantuan ongkos transportasi laut ini telah dijalankan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sejak 2024 sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan bagi pelajar yang tinggal di wilayah pesisir dan pulau-pulau terluar.

Heri menilai program tersebut memberikan dampak besar bagi keberlangsungan pendidikan siswa, terutama bagi keluarga yang setiap hari harus mengeluarkan biaya tambahan agar anak-anak mereka bisa bersekolah.

“Menurut kami program ini sangat membantu siswa, khususnya mereka yang setiap hari harus membayar ongkos pompong untuk berangkat ke sekolah. Dengan adanya bantuan ini, beban biaya transportasi mereka menjadi jauh lebih ringan,” tutupnya. (yh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *