Bupati Soroti Potensi Konflik Nelayan dan Tambang Laut Saat Buka Muscab III HNSI

Bupati Soroti Potensi Konflik Nelayan dan Tambang Laut Saat Buka Muscab III HNSI.
Bupati Soroti Potensi Konflik Nelayan dan Tambang Laut Saat Buka Muscab III HNSI. Foto: Gotvnews/yh.

GOTVNEWS, Karimun – Bupati Karimun,Iskandarsyah menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas industri maritim dan kepentingan nelayan saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) III Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Karimun.

Dalam pemaparannya, Kabupaten Karimun memiliki karakteristik wilayah yang unik karena sekitar 80 persen wilayahnya merupakan lautan. Di sisi lain, berbagai aktivitas ekonomi seperti pertambangan laut, sedimentasi dan kawasan labuh jangkar kapal terus berkembang di perairan Karimun.

Kondisi tersebut, menuntut adanya pemahaman bersama agar aktivitas industri dan nelayan dapat berjalan berdampingan tanpa memicu konflik di lapangan.

“Laut milik banyak orang, apalagi Karimun ditata ada tambang, sedimentasi, dan labuh jangkar. Maka persepsi ini harus sama-sama kita pahami dahulu, pada akhirnya nanti kita bisa mengikuti aturan main yang telah ditetapkan,” kata Iskandarsyah.

Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak ingin setiap aktivitas industri yang masuk ke wilayah laut Karimun langsung memunculkan penolakan selama kegiatan tersebut berjalan sesuai regulasi dan berada dalam kawasan yang telah ditetapkan.

“Kita tidak ingin begitu ada aktivitas pertambangan di laut, langsung memantik reaksi. Sepanjang dilakukan sesuai aturan tidak ada persoalan, apalagi aktivitas itu masuk dalam peta tambang,” ujarnya.

Bupati, Iskandarsyah, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Karimun untuk terus mendukung dan bermitra dengan nelayan.

Menurutnya, siapa pun yang nantinya terpilih memimpin HNSI Karimun, pemerintah daerah siap menjalin kerja sama demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Ia menilai potensi Selat Malaka yang dimiliki Karimun merupakan modal besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor kelautan dan perikanan.

Karena itu, Pemkab Karimun saat ini tengah menyiapkan berbagai program bantuan bagi nelayan, mulai dari dukungan sarana penangkapan ikan hingga pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan hasil tangkapan.

“Peran nelayan sangat penting dalam rangka mendukung kebutuhan masyarakat. Maka harus terus dibimbing supaya berhasil,” katanya.

Sementara, Ketua DPD HNSI Kepulauan Riau Eko Prihananto berharap Muscab HNSI Karimun dapat menjadi momentum lahirnya kepengurusan baru yang solid dan mampu menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah.

“Muscab ini merupakan energi bagi HNSI. Diharapkan nanti bisa berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, jika ada persoalan selalu berkompromi untuk mencari solusi terbaik,” ujar Eko. (yh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *