Film “Samudra di Atas Laut” Angkat Kisah Anak Orang Laut Bintan, Perkenalkan Budaya Kepri ke Panggung Internasional

Film “Samudra di Atas Laut” Angkat Kisah Anak Orang Laut Bintan, Perkenalkan Budaya Kepri ke Panggung Internasional.
Film “Samudra di Atas Laut” Angkat Kisah Anak Orang Laut Bintan, Perkenalkan Budaya Kepri ke Panggung Internasional. Foto: Tim Creative Intercine Film.

GOTVNEWS, Tanjungpinang – Kekayaan budaya Orang Laut di Bintan, Kepulauan Riau akan diangkat melalui film pendek drama keluarga berjudul “Samudra di Atas Laut.” Film produksi Creative Intercine Film ini mengisahkan perjalanan seorang anak Orang Laut dalam menemukan makna keluarga, identitas budaya, dan hubungan manusia dengan alam.

Film tersebut diproduseri oleh Syahru Boi, disutradarai Boy Ista, serta dibantu asisten sutradara Ejak. Rencananya, proses syuting akan dimulai pada awal Juli 2026 di kawasan permukiman Orang Laut di Kawal dan wilayah pesisir sekitar Pantai Dugong, Kabupaten Bintan.

Selain ditayangkan di Indonesiana.tv, film ini juga dipersiapkan untuk mengikuti berbagai festival film berskala internasional.

Produser Samudra di Atas Laut, Syahru Boi, mengatakan film ini lahir dari keinginan untuk memperkenalkan kehidupan masyarakat Orang Laut yang selama ini menjadi bagian penting dari identitas budaya Kepri, namun belum banyak diangkat melalui karya sinema.

“Kami ingin menghadirkan sisi kehidupan Orang Laut yang hangat, dekat, dan manusiawi melalui sudut pandang anak-anak. Film ini bukan hanya tentang laut, tetapi tentang keluarga, warisan budaya, dan cara manusia menghargai alam,” kata Syahru Boi, Rabu (24/6/2026).

Film ini bercerita tentang Samudra, seorang anak Orang Laut yang diam-diam berlayar ke laut bersama teman-temannya. Namun perjalanan tersebut berubah ketika mereka terseret arus dan menghadapi situasi tidak terduga. Dalam kondisi itu, Samudra mulai memahami pesan leluhurnya tentang “mendengar laut” dan belajar bahwa alam bukan hanya tempat mencari kehidupan, tetapi juga bagian dari jati diri yang harus dijaga dan dihormati.

Film “Samudra di Atas Laut” Angkat Kisah Anak Orang Laut Bintan, Perkenalkan Budaya Kepri ke Panggung Internasional.
Film “Samudra di Atas Laut” Angkat Kisah Anak Orang Laut Bintan, Perkenalkan Budaya Kepri ke Panggung Internasional.

Melalui film ini, tim produksi berharap dapat menjadi jembatan yang memperkenalkan budaya lokal Kepri kepada penonton yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Semoga film ini bisa memperkenalkan kekayaan budaya Orang Laut Kepri dan menjadi pengingat bahwa banyak pengetahuan tradisional yang masih relevan untuk kita dengarkan hari ini,” ujarnya.

Proses produksi film ini mengambil lokasi di wilayah Kepri, khususnya kawasan Kawal dan Pantai Dugong, Bintan. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki hubungan kuat dengan kehidupan masyarakat Orang Laut, mulai dari kawasan permukiman hingga keindahan laut dan alam bawah laut yang menjadi bagian dari keseharian mereka.

Selain melibatkan talenta lokal, film ini juga menghadirkan sejumlah aktor profesional. Tokoh Ayah Samudra diperankan oleh Faiz Vishal, sementara karakter Ibu Samudra dimainkan oleh Sabina Aksa.

Asisten Produser, Nindy, mengatakan proses syuting direncanakan berlangsung pada awal Juli 2026. Produksi ini mendapat dukungan dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan, Arief Sumarsono.

“Tantangan terbesar adalah kondisi cuaca yang sulit diprediksi, serta bagaimana menghadirkan budaya Orang Laut secara autentik tanpa kehilangan unsur hiburan dan drama. Produksi di wilayah pesisir tentu harus menyesuaikan dengan alam dan kondisi pemain anak-anak. Kami berharap film ini dapat menjadi media promosi budaya Orang Laut kepada masyarakat nasional maupun internasional,” kata Nindy. (Frh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *