KMP Teluk Singkil Dialihkan Sementara, Penumpang Rute Karimun-Selat Beliah Diminta Sesuaikan Jadwal

GOTVNEWS, Karimun – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Tanjungbalai Karimun melakukan penyesuaian operasional armada dengan mengalihkan sementara KMP Teluk Singkil dari lintasan Tanjung Balai Karimun-Selat Beliah.

Pengalihan berlaku hingga 1 Juli 2026 untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan pada lintasan Tanjung Balai Karimun-Telaga Punggur dan Tanjung Balai Karimun-Tanjung Buton (Mengkapan).

Penanggung Jawab ASDP Karimun, Firdaus, mengatakan kebijakan tersebut diambil menyusul meningkatnya volume kendaraan di sejumlah pelabuhan penyeberangan, khususnya menuju Tanjung Buton.

Menurutnya, KMP Teluk Singkil akan digunakan untuk menambah frekuensi pelayaran agar antrean kendaraan dan penumpang dapat terlayani dengan lebih baik.

“Kami untuk sementara mengalihkan operasional KMP Teluk Singkil guna membantu penambahan frekuensi pelayaran pada rute yang saat ini mengalami kepadatan kendaraan, khususnya di Pelabuhan Tanjung Buton,” kata Firdaus.

Ia menegaskan, pengalihan armada tersebut hanya bersifat sementara dan dilakukan sebagai langkah optimalisasi pelayanan transportasi laut.

Firdaus memastikan setelah masa penugasan berakhir pada 1 Juli 2026, KMP Teluk Singkil akan kembali melayani lintasan Tanjung Balai Karimun-Selat Beliah seperti biasa.

“Langkah ini dilakukan agar arus kendaraan dan penumpang dapat terlayani dengan lebih baik. Setelah penugasan selesai, kapal akan kembali ke lintasan regulernya,” ujarnya.

ASDP juga mengimbau masyarakat yang berencana melakukan perjalanan melalui lintasan Karimun-Selat Beliah untuk menyesuaikan jadwal keberangkatan selama masa pengalihan armada berlangsung.

Selain itu, pengguna jasa diminta terus memantau informasi terbaru yang disampaikan ASDP guna menghindari kendala saat berada di pelabuhan.

“Kami memohon pengertian masyarakat atas penyesuaian operasional ini. Pengguna jasa juga diharapkan memperhatikan jadwal terbaru yang disampaikan ASDP sehingga perjalanan dapat berjalan lancar,” katanya.

Penyesuaian operasional ini dilakukan untuk memastikan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tetap berjalan lancar di tengah meningkatnya aktivitas penyeberangan antarpulau. (yh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *