GOTVNEWS, Karimun – Puluhan warga Perumahan Gladiola 3, Kecamatan Tebing, mendatangi Kantor Bupati Karimun. Mereka menuntut pemda segera menyelesaikan krisis air bersih yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun.
Aksi unjuk rasa dilakukan warga lantaran berbagai upaya mediasi dengan pengembang dan pemerintah setempat belum membuahkan hasil.
Saat ini, sebanyak 221 rumah di Perumahan Gladiola 3 hanya mengandalkan dua sumur bor sebagai sumber air bersih.
Koordinator Aksi, Surya, mengatakan, warga meminta pihak pengembang menambah sumur. Meskipun pihak pengembang telah sepakati akan melakukan penambahan satu sumur baru, namum menurutnya belum mampu menjawab kebutuhan seluruh penghuni perumahan.
“Kami meminta kepada pihak pengembang untuk segera membuatkan sumur. tidak mempermasalahkan metodenya. Yang kami butuhkan hanya air bersih yang cukup untuk seluruh warga karna air adalah sumber kehidupan bagi masyarakat,” ujar Surya.
Sementara itu, PT Mega Sedayu selaku pihak pengembang melalui kuasa hukumnya, menyatakan pengelolaan fasilitas air bersih telah diserahkan kepada warga sejak Februari 2023 berdasarkan surat kesepakatan yang ditandatangani kedua belah pihak.
Dalam dokumen tersebut, sejumlah fasilitas seperti sumur bor, tangki air, mushola, hingga lampu jalan disebut telah diserahkan kepada warga untuk dikelola secara mandiri.
“Dalam surat kesepakatan sudah dijelaskan bahwa pemeliharaan fasilitas, termasuk yang berkaitan dengan debit air dan biaya operasional, menjadi tanggung jawab warga. Kecuali tunturan mereka datang tiga bulan setelah kesepakatan, kami akan memberikan solusi dari permasalahan yang ada. Tetapi ini sudah tiga tahun mereka menuntut,” ujar Rianto.
Warga berharap pertemuan lanjutan yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Karimun dapat menghasilkan solusi konkret, sehingga persoalan air bersih yang telah berlangsung bertahun-tahun tidak lagi menjadi beban bagi ratusan keluarga di Perumahan Gladiola 3.(yh)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News













