Pria Asal Desa Sanglar Dilaporkan Hilang di Perairan Selat Durian, Diduga Jatuh dari Kapal

Pria Asal Desa Sanglar Dilaporkan Hilang di Perairan Selat Durian, Diduga Jatuh dari Kapal.
Pria Asal Desa Sanglar Dilaporkan Hilang di Perairan Selat Durian, Diduga Jatuh dari Kapal. Foto: Warga.

GOTVNEWS, Karimun – Seorang pria bernama Azman (60), warga Desa Sanglar, Kecamatan Durai, Kabupaten Karimun, dilaporkan hilang di perairan Selat Durian, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun.

Korban diduga terjatuh dari kapal kayu miliknya saat berlayar seorang diri untuk membeli bahan bakar minyak (BBM), sekira pukul 17.00 WIB, Selasa (28/7/2026).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan pihaknya menerima laporan dari keluarga korban pada Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 06.40 WIB.

Setelah menerima informasi tersebut, Basarnas langsung berkoordinasi dengan Pos SAR Tanjung Balai Karimun dan mengerahkan personel ke lokasi kejadian.

“Kami langsung berkoordinasi dengan Pos SAR Tanjung Balai Karimun dan menerjunkan tim rescue ke lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian bersama unsur SAR gabungan,” kata Fazzli

Berdasarkan informasi yang diterima, Azman berangkat dari Desa Sanglar menuju Moro pada Selasa sekitar pukul 10.00 WIB menggunakan kapal kayu miliknya.

Korban diketahui hendak membeli bahan bakar minyak (BBM). Namun hingga sore hari, ia tidak kunjung kembali ke rumah.

Diduga, korban terjatuh ke laut saat kapal melintas di perairan Selat Durian. Lokasi kejadian diperkirakan berada sekitar 24,2 mil laut dari Pos SAR Tanjung Balai Karimun.

Dalam operasi pencarian, Basarnas mengerahkan lima personel tim rescue yang dilengkapi satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB), kendaraan operasional, perangkat komunikasi, serta perlengkapan evakuasi.

Operasi SAR juga melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Pos SAR Tanjung Balai Karimun, Satuan Polairud, Lanal Tanjung Balai Karimun, KSOP, serta nelayan setempat.

Selain menyisir lokasi penemuan kapal, petugas turut meminta bantuan kapal-kapal yang melintas di perairan Selat Durian untuk ikut memantau kemungkinan keberadaan korban.

Fazzli mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan alat keselamatan seperti jaket pelampung atau life jacket saat berlayar. Apabila ada masyarakat yang melihat atau menemukan tanda-tanda keberadaan korban, segera laporkan kepada petugas agar dapat segera ditindaklanjuti,” tutupnya. (yh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *