GOTVNEWS, Kalimantan – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah di Kalimantan. Asap kebakaran menyebabkan kualitas udara memburuk dan mengganggu aktivitas warga.
Di Pontianak, Kalimantan Barat, kualitas udara tercatat paling buruk di Indonesia pada Kamis (20/8/2026). Selain itu, sebanyak 4.041 titik panas terdeteksi di wilayah tersebut.
Kondisi serupa terjadi di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Kualitas udara sempat masuk kategori berbahaya dengan kadar PM2.5 mencapai 389,4 mikrogram per meter kubik hingga mengganggu jarak pandang.
Sementara itu, karhutla di Kalimantan Selatan telah membakar lebih dari 3.387 hektare lahan. Sebanyak 5.695 titik panas juga terdeteksi. Di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, BPBD mencatat sebanyak 298 kejadian kebakaran sejak 1 Juli hingga 19 Agustus 2026.
Warga diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, dan menutup ventilasi rumah untuk mengurangi paparan asap.(frh)
Sumber: X @madilog_id
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News













