GOTVNEWS, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disorot setelah dugaan keracunan massal terjadi di sejumlah daerah. Para korban dilaporkan mengalami diare, mual, muntah, hingga pusing.
Dalam rentang 31 Agustus hingga 3 September 2026, sebanyak 2.025 orang di lima daerah dilaporkan terdampak dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu MBG.
Di Lasem, Rembang, JawaTengah, sebanyak 750 orang, terdiri atas 725 siswa dan 25 guru SMAN 1 Lasem, mengalami diare setelah mengonsumsi MBG pada 2 September.
Selanjutnya, di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, sebanyak 136 siswa SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Makale juga diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG pada 3 September.
Kemudian, di Nganjuk, Jawa Timur, sekitar 100 pelajar dari SMAN 3 Nganjuk dan sejumlah siswa SD dilaporkan mengalami gejala serupa usai mengonsumsi menu MBG pada 2 September.
Adapun di Sidoarjo, Jawa Timur, sebanyak 730 orang, terdiri atas santri dan pelajar dari 19 sekolah, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG pada 1 September.
Sementara itu, di Agam, Sumatera Barat, sebanyak 334 orang menjalani perawatan medis setelah mengonsumsi menu MBG pada 31 Agustus.
Rentetan kasus tersebut kembali menyoroti soal keamanan makanan dan pengawasan distribusi dalam pelaksanaan program MBG.(Frh)
Sumber: CNN Indonesia
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News













