GOTVNEWS, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto membuka kemungkinan melakukan reshuffle kabinet besar-besaran pada tahun kedua pemerintahannya.
Prabowo menjelaskan bahwa tujuan reshuffle untuk menempatkan orang yang tepat si posisi yang sesuai hingga mengganti pejabat yang tersandung masalah hukum.
“Kalaupun nanti ada reshuffle, saya kira antara lain mungkin untuk promosi orang. Kita selalu harus cari benar-benar the right man in the right place, kompetensi,” tuturnya melalui YouTube Prabowo Subianto, Rabu (16/9/2026).
Prabowo menganalogikan susunan kabinet seperti tim kesebelasan sepak bola yang memiliki pemain inti, striker, dan pemain cadangan. Ia menyebut ada kementerian yang saat ini tidak berada di posisi โgaris depanโ.
“Jadi ini pada saat ini ada beberapa kementerian yang tentunya istilahnya tidak di garis depan, ya. Tapi mereka mengerti. Dan mereka itu ya bekerja secara inisiatif masing-masing,” ujarnya.
Dia mengatakan pergantian pejabat dilakukan berdasarkan penilaian kinerja sehingga prosesnya dilakukan secara objektif.
Selain itu, persoalan hukum juga menjadi salah satu pertimbangan dalam evaluasi pejabat.
Prabowo juga menegaskan, dirinya mempersilakan KPK bertindak jika memiliki bukti terkait dugaan persoalan hukum yang melibatkan pejabat pemerintah.(Frh)
Sumber: Kabar24.bisnis.com
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News













