Akses Terganggu Hingga Pengaruhi Omzet, Pedagang Keluhkan Proyek Galian Pipa KM 8 Tanjungpinang

Akses Terganggu Hingga Pengaruhi Omzet, Pedagang Keluhkan Proyek Galian Pipa KM 8 Tanjungpinang.
Akses Terganggu Hingga Pengaruhi Omzet, Pedagang Keluhkan Proyek Galian Pipa KM 8 Tanjungpinang. Foto: Gotvnews/Ald.

GOTVNEWS, Tanjungpinang – Pekerjaan proyek galian jaringan distribusi utama (JDU) pipa air di Jalan Raja Haji Fisabilillah (RHF), Kilometer 8, Tanjungpinang, mulai menuai keluhan dari kalangan pedagang sekitar.

‎Aktivitas penggalian tanah yang memanjang di sepanjang trotoar hingga memblokir akses pertokoan dan rumah makan sekitar, membuat omzet penjualan merosot drastis.

‎Pantauan di lokasi pada Sabtu (19/9/2026) menunjukkan galian proyek menyita sebagian area jalan dan trotoar, selain menghalangi kendaraan konsumen yang hendak berkunjung, tumpukan tanah galian di bahu jalan kerap memicu kemacetan lalu lintas pada jam-jam sibuk.

‎Salah seorang pelaku usaha terdampak, Ipen, menuturkan bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung selama empat hari terakhir dan sangat mengganggu aktivitas bisnis warga sekitar.

‎”Dampaknya ya daya beli jadi turun, mobil pembeli tidak bisa masuk karena galian di depan ruko belum ditutup, dari empat hari lalu sudah begini,” keluhannya.

‎Dirinya berharap, pemasangan pipa segera selesai dalam waktu dekat hingga bisa langsung di timbun, agar kondisi berjalan normal seperti semula.

‎”Kami meminta pihak terkait kalau pemasangan pipa sudah selesai, galiannya bisa segera ditutup kembali,” harapnya.

‎Sementara itu, Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPP) Kepri, Dona Astriana, mengatakan bahwa proyek strategis tersebut sedang berjalan dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada awal Desember 2026.

‎Mengenai area yang dikeluhkan pedagang, pihaknya berjanji akan menginstruksikan pekerja untuk segera melakukan penutupan.

‎”Target malam ini galian di titik tersebut sudah ditutup, persis di depan rumah makan tersebut memang ada pipa buangan yang perlu diperbaiki terlebih dahulu,” terangnya.

‎Sebagai informasi, proyek pemasangan pipa air dengan anggaran sekitar Rp5 miliar dari APBD Kepri 2026 tersebut membentang dari Simpang Jalan D.I. Panjaitan hingga area Pasar Buah KM 8 Atas.

‎Pembangunan ini ditujukan untuk memperluas dan mengoptimalkan layanan distribusi air bersih bagi warga Kota Tanjungpinang. (Ald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *