‎Blackout Belum Pulih, PLN Tanjungpinang Terapkan Pemadaman Bergilir 6 Jam

‎Blackout Belum Pulih, PLN Tanjungpinang Terapkan Pemadaman Bergilir 6 Jam.
‎Blackout Belum Pulih, PLN Tanjungpinang Terapkan Pemadaman Bergilir 6 Jam. Foto: Freepik.

GOTVNEWS, Tanjungpinang — Imbas belum pulihnya gangguan sistem kelistrikan interkoneksi Batam-Bintan sejak Senin (12/10/2026) lalu, PT PLN (Persero) ULP memberlakukan skema pemadaman listrik secara bergilir (load shedding) dengan durasi penyalaan per enam jam di Kota Tanjungpinang.
‎
‎Kebijakan tersebut diambil menyusul belum pulihnya pasokan daya utama dari Pembangkit Listrik di Batam, guna menjaga ketersediaan pasokan darurat, PLN Tanjungpinang mengoptimalkan dua Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), yakni PLTD Suka Berenang dan PLTD Air Raja (Bintan Center), dengan daya maksimal mencapai 32 Megawatt (MW).
‎
‎Manajer ULP PLN Bintan Center, Gogor, menyampaikan bahwa hingga Selasa siang, sistem kelistrikan di Batam masih dalam tahap penguatan oleh tim teknis dan belum mampu menyalurkan pasokan listrik ke Pulau Bintan.
‎
‎”Untuk saat ini pasokan dari Batam masih belum ada, sembari menunggu pemulihan dari Batam, kami berlakukan pola penyalaan dan pemadaman bergilir per enam jam,” terang Gogor saat dikonfirmasi, Selasa (13/10/2026).
‎
‎Mengenai indikasi pemicu pemadaman massal tersebut, Gogor membeberkan informasi awal yang diterima mengarah pada masalah teknis pada infrastruktur Gardu Induk di Batam.
‎
‎Namun hingga kini pihaknya belum bisa memastikan estimasi waktu pemulihan total, namun seluruh tim terus berupaya semaksimal mungkin di lapangan.
‎
‎Guna memastikan pemerataan pasokan daya dari dua PLTD darurat tersebut, PLN membagi wilayah penyalaan ke dalam enam zona Pemutus Tenaga (PMT) di bawah naungan ULP Suka Berenang dan Bintan Center.
‎
‎Wilayah pertama berada di bawah naungan PMT Batara yang mencakup kawasan Jalan Ganet hingga PDAM Sei Pulai. Wilayah ini dijadwalkan menerima suplai listrik pada pukul 06.00 hingga 12.00 WIB serta pukul 18.00 hingga 24.00 WIB.
‎
‎Selanjutnya, wilayah PMT Pongkar yang meliputi kawasan Jalan W.R. Supratman hingga Jalan Dirgantara mendapatkan alokasi penyalaan listrik pada pukul 00.00 hingga 06.00 WIB dan dilanjutkan kembali pada pukul 12.00 hingga 18.00 WIB.
‎
‎Adapun wilayah PMT Kahiwa yang membentang dari Jalan Raya Senggarang hingga Kampung Sei Ladi mendapatkan alokasi penyalaan pada pukul 06.00 hingga 12.00 WIB serta pukul 18.00 hingga 24.00 WIB.
‎
‎Untuk wilayah PMT Yumbila yang mencakup sebagian Jalan D.I. Panjaitan hingga Tanjungpinang Siambang, jadwal penyalaan aliran listrik berlaku mulai pukul 06.00 hingga 12.00 WIB dan dilanjutkan pukul 18.00 hingga 24.00 WIB.
‎
‎Sementara itu, wilayah PMT Yosemite yang meliputi area Jalan D.I. Panjaitan hingga Jalan Sri Handana juga mendapatkan jadwal penyalaan listrik pada pukul 06.00 hingga 12.00 WIB serta pukul 18.00 hingga 24.00 WIB.
‎
‎Terakhir, wilayah PMT Resun yang mencakup kawasan Jalan Daeng Kamboja hingga Polsek Tanjungpinang Kota memperoleh alokasi penyalaan listrik pada pukul 06.00 hingga 12.00 WIB dan dilanjutkan pada pukul 18.00 hingga 24.00 WIB.
‎
‎”Kami imbau masyarakat Tanjungpinang untuk menghemat penggunaan daya listrik selama masa pemulihan guna menghindari fluktuasi tegangan saat arus listrik kembali dinyalakan,” tutupnya. (Ald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *